Wednesday, 16 October 2019

Cinta Pak Guru Diputuskan, BH dan Celdam pun Dicuri

Jumat, 4 April 2014 — 8:03 WIB
nah-sub

SEBAGAI  guru SMP, daya nalar Erwin, 25, mustinya cukup tinggi. Tapi yang terjadi, ketika cinta diputus kekasih, dia pergi ke dukun. Diminta mencuri celdam dan BH sang kekasih, mau saja. Padahal hasilnya, bukan sidia kembali lengket padanya, tapi malah ditangkap polisi karena jadi alap-alap BH dan celdam.

Urusan cinta muda-mudi memang sering membuat pelakunya berbuat yang aneh-aneh. Ketika paranormal atau dukun minta persyaratan harus mencuri barang milik si wanita, banyak cowok yang mau melakukan. Kalau pun berhasil, itu pasti hasil si dukun berkoalisi dengan setan, padahal menurut ajaran agama, kerjasama dengan syaiton termasuk perbuatan syirik yang dikategorikan dosa besar.

Erwin yang menjadi guru SMP dengan mata pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), ternyata masih percaya hal-hal begituan. Padahal merujuk pada sila ke-1 Pancasila, sebagai orang yang berketuhanan mustinya tak percaya lagi pada dukun dan paranormal. Tapi yang terjadi, dia justru kasak-kusuk mendatangi paranormal demi kelancaran proses asmara cintanya.

Pak Guru yang tinggal di Desa Taman, Kecamatan Prajekan, Bondowoso (Jatim) ini sudah beberapa waktu lamanya menjalin asmara dengan Septi, 20, warga kos-kosan di Jalan Anggrek, Kelurahan Patokan. Mereka sudah sama-sama demennya, sehingga sudah sampai wacana menuju ke pelaminan.

Tapi sayang, tiba-tiba Septi memutuskan dan meninggalkan secara sepihak, tanpa alasan yang jelas. Pak Guru PPKN itu langsung patah hati. Untuk kembali merebut hati si doi, dia pergi ke seorang para normal. Untuk bisa kembali berkoalisi ternyata syaratnya tak begitu berat, cukup mengambil celdan dan BH si doi. “Nanti biar saya jampi-jampi, pasti dia akan segera bertekuk lutut padamu.” Kata si dukun memberi jaminan.

Rumah kos-kosan yang ditinggali Septi memang banyak dihuni para perawat, sehingga ketika mereka menjemur pakaian dalam, bisa berbanjar-banjar di  samping rumah. Tentu saja Erwin jadi bingung, yang mana celdam atau BH milik mantan kekasihnya. Sebab selama pacaran, dia tak pernah “observasi” sampai ke sono-sono, sehingga tak pernah tahu pakaian dalam doinya.

Ketimbang pusing, Erwin cari praktisnya saja. Semua celdam dan BH yang ada di jemuran, diambilnya semua dan diserahkan ke dukun. Ternyata tak membawa hasil, karena Septi tak juga kembali padanya. Erwin curiga, jangan-jangan yang kemarin itu tak ada yang milik sidia. Lain waktu kembali sejumlah celdam dan BH di tali jemuran diembatnya lagi, sehingga koleksi di rumah sudah mencapai 29 buah.

Tapi ketika hendak beraksi beberapa hari lalu, ulahnya kepergok oleh salah satu penghuni rumah kos itu. Langsung saja dia dilaporkan ke polisi. Meski hanya celdam dan BH, karena jumlahnya yang masif, tentu saja pemilik bisa masuk angin dan isis dibuatnya gara-gara perbuatan Erwin. Dalam pemeriksaaan Pak Guru ini mengakui, pencurian dua jenis barang perempuan itu sekedar untuk syarat perdukunan.

Pasalnya: perbuatan tidak menyenangkan. (JPNN/Gunarso TS)