Tuesday, 12 November 2019

Ditindak, Malah Melawan

1.100 Gurandil Masih Bertahan di Bukit Pongkor

Sabtu, 5 April 2014 — 15:54 WIB
Gung Pongkor di Bogor

Gung Pongkor di Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bogor, Muhammad Ridwan Syamsudin angkat bicara terkait tewasnya delapan penambang emas liar (Gurandil) di seputar pertambangan emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor Kabupaten Bogor.

Kedelapan gurandil asal Sukabumi tewas, setelah lubang sedalam 40 meter yang digali ambruk dan menutupi mereka.

Ia mengatakan, sudah berkali-kali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan praktik pertambangan secara ilegal. Jangan peringatan, tindakan keras bersama petugas kepolisian tidak diindahkan. Para Gurandil tetap ada bahkan berani melawan.

Data yang ada, sekitar 1.100 gurandil melakukan aktifitas di seputar bahkan dalam area pertambangan PT Antam. Pihak Dinas Pertambangan mencatat, Mei 2012 ada 8 gurandil tewas tertimbun. Lalu pada bulan Mei 2013, ada 1 orang tewas.

Pada Oktober 2013 ada seorang gurandil tewas tertimbun. Namun kejadian ini tidak membuat gurandil berhenti menggali.

“Awal tahun 2000, jumlah gurandil diperkirakan sudah lebih dari 10.000 orang. Namun awal 2014, jumlah gurandil menyusut hingga tidak lebih dari 1.000 orang. Mereka pergi mencari mata pencarian lain,”kata Ridwan Syamsudin kepada wartawan.

Diberitakan sebelumnya, delapan penambang emas ilegal asal Cianaga, Kabandungan, Kabupaten Sukabumi tewas tertimbun longsor di dekat area PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor di Bantarkaret, Nanggung, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Nanggung, AKP Nyoman Suparta mengatakan, kedelapan korban masing-masing Iding 20, Nurdin 20, Yayan 28, Ahmad 28, Dedi 31, Jana 32, Maman 50, dan Amir 52, adalah warga Sukabumi Kabupaten.

“Maman adalah ayah dari Iding yang juga tewas dalam satu lubang. Delapan korban tinggal bertetangga di Cianaga yang berbatasan dengan Bantarkaret. Gurandil itu tertimbun longsor saat berada dalam lubang penggalian pada Rabu (2/4) malam. Namun, lokasi jenazah baru diketahui oleh keluarga dan gurandil yang lain pada Kamis (3/4) sore. Evakuasi dilakukan oleh keluarga,”kata AKP Nyoman.

Menurut Kapolsek, lubang berkedalaman 40 meter dan hanya berdiameter 1 meter itu longsor, akibat hujan deras yang mengguyur Bogor. (yopi)

Foto: Illustrasi