Friday, 22 November 2019

Cair, Rp.6 Triliun Anggaran Sertifikasi Guru

Senin, 7 April 2014 — 19:53 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota)- Setelah sempat tertunda, akhirnya tunjangan profesi guru segera dicairkan oleh pemerintah.

Mendikbud M Nuh mengatakan terhitung 9 April 2014 anggaran tunjangan guru senilai total Rp 6 triliun siap ditransfer langsung ke rekening ratusan ribu guru di seluruh Indonesia.

“Nilai Rp 6 triliun tersebut adalah hasil akhir dari audit yang dilakukan BPKP dan Irjen Kemendikbud terhadap guru-guru yang berhak dan memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan profesi,” papar Nuh, Senin (7/4).

Diakui Nuh sebenarnya pemerintah melalui APBN telah menganggarkan Rp 8 triliun untuk membayar tunjangan profesi guru. Tetapi setelah diaudit oleh BPKP, ada banyak guru yang tak lolos dan tidak memenuhi syarat untuk menerima tunjangan guru, sehingga haknya digugurkan.

Anggaran tunjangan ini menggunakan APBN 2014, dan dijadwalkan pencairan pertama akan terjadi pada tanggal 9 April hingga 16 April 2014. Proses pencairannya dilakukan dalam empat tahap triwulan.

Triwulan pertama dibayar akhir April 2014, triwulan kedua pada akhir Juni 2014, triwulan ketiga pada akhir September 2014, dan triwulan keempat pada akhir November 2014.

“Sudah ada jadwalnya, sehingga tidak ada alasan bagi kabupaten kota untuk terlambat membayarnya,” ujar Nuh.

Sementara itu Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen Dikdas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Suryapranata mengatakan hasil seleksi melalui data pokok pendidikan (Dapodik) menyebutkan bahwa ada 9 persen guru baik ditingkat PAUD, Dikdas maupun Dikmen yang tidak berhak menerima tunjangan profesi guru.

“Kami tidak bisa menerbitkan SK pembayaran tunjangan profesi kepada guru-guru yang memang tidak memenuhi syarat. Sehingga ada penghematan 9 persen dari total anggaran tunjangan profesi guru yang sudah disiapkan pemerintah,” papar Pranata.

Guru-guru yang batal memperoleh tunjangan profesi tersebut antara lain karena pensiun atau meninggal dunia, beralih menjadi pejabat struktural non guru, tidak mengajar 24 jam, guru tidak tetap (GTT) dan rasio antara guru dengan siswa didaerah normal tidak sesuai aturan yakni minimal 1:20. (inung/d)

  • Ferry Gumolung

    100 triliunpun ngak ada gunanya bila sampai saat ini guru-guru di Kab. Kepulauan Talaud belum juga terima tunjangan profesi guru 2014… Kenap sih makin lama makin susah dapat tunjangan profesi?