Monday, 21 October 2019

Tokoh Betawi Merasa Jokowi Berhianat

Senin, 7 April 2014 — 18:01 WIB
tawigob

TANAHABANG (Pos Kota) – Gubernur DKI Joko Widodo dinilai tokoh dan ulama Betawi mengkhianati warga Jakarta. Jabatan yang ditinggal di tengah jalan i merupakan kejahatan ketata-negaraan.

Hal itu terungkap dalam acara silaturahmi tokoh dan ulama Betawi di kawasan Tanahabang, Senin (7/4). “Memang berdasarkan UU, dia boleh cuti untuk capres, tapi dia juga terikat dengan sumpah jabatan gubernur selama lima tahun. Dalam hal ini Pak Jokowi mundur bukan lantaran berhalangan tetap, tapi maju dalam Pilpres. Jadi ini kejahatan tata negara,” ujar Harman Setiawan, tokoh Betawi yang juga Wasekjen Iluni UI.

Acara dihadiri puluhan tokoh dan ulama antara lain Edy M. Nalapraya, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Huda Nukman Muhasyim, pengacara Harman Setiawan, dan lainnya. “Saat ini Pak Jokowi tidak fokus menjalankan pemerintahan Jakarta. Jika tetap maju capres, kami dari organisasi mahasiswa Islam di Jakarta minta Pak Jokowi mundur saja dari gubernur,” ujar M. Sahid.

Edy M Nalapraya menjelaskan bahwa warga Betawi tidak menghalang-halangi pencapresan Jokowi. “Kami cuma menagih sumpah dan janji Pak Jokowi kepada jutaan warga Jakarta tentang masa jabatannya sepanjang lima. Sumpah jabatan jangan dianggap main-main,” kata Edy menambahkan orang Betawi juga juga menolak seandainya Jokowi mundur dari kursi gubernur lalu diduduki wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama.

“Mungkin sebaiknya kami akan kirim surat ke DPRD DKI kalau Pak Jokowi resmi mundur, jangan langsung melantik Ahok, karena kedua orang ini adalah satu paket yang dipilih langsung oleh rakyat. Mungkin bisa jadi dilakukan Pemilukada lagi,” papar Edy yang pernah menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. (Joko)

Teks : Acara silaturahmi tokoh dan ulama Betawi. (Joko)