Monday, 21 October 2019

Ketua DPRD DKI Diprediksi Dari PDIP

Rabu, 9 April 2014 — 21:24 WIB
tuadpr

JAKARTA (Pos Kota) – Hasil hitung cepat atau quick count dari berbagai lembaga survei, menunjukkan PDIP unggul secara nasional di kisaran 20 persen. Kondisi ini diprediksi, berimbas di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta dengan perolehan prosentase yang nyaris sama besar dengan tingkat nasional.

Bila hasil hitung cepat sementara ini bisa dijadikan rujukan, maka sudah bisa dipastikan caleg DPRD DKI yang bakal menduduki kursi Dewan Kebon Sirih, diborong kader partai berlambang kepala banteng. Berhubung jumlahnya paling banyak, maka jabatan Ketua DPRD DKI periode 2014-2019 adalah anggota terpilih dari PDIP. Sesuai UU, jumlah kursi terbanyak secara otomatis menjadi Ketua DPRD. Ini berlaku secara nasional, mulai dari DPR RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II.

Ketua KPU Jakarta Pusat, Arif Bawono yang akrab disapa Boy kepada wartawan membenarkan bahwa kondisi hasil penghitungan nasional itu, biasanya menjadi referensi di sejumlah daerah, termasuk Jakarta. “Tapi sebaiknya kita sabar saja menunggu hasil penghitungan manual yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini. Memang secara umum, hasil perolehan suara di tingkat nasional itu tidak beda jauh dengan di DKI Jakarta maupun di provinsi lainnya,” kata Boy di Jakarta, Rabu (9/4).

Ketua KPUD DKI Sumarno, mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu dari hasil quick count sementara ini. “Kita tunggu saja penghitungan manual yang akan kami lakukan di DKI Jakarta. Memang hasil quick count itu biasanya tidak beda jauh dengan hasil riil pada penghitungan manual,” jelas Sumarno.

Anggota DPRD Prasetyo Edi Marsudi, yang juga sebagai caleg PDIP Dapil Jakarta Pusat enggan memberikan pernyataan tentang kemungkinan dirinya berpeluang besar menjadi Ketua DPRD DKI periode 2014-2019. “Soal Ketua DPRD DKI saya tidak mau berkomentar. Itu mutlak wewenang pimpinan saya yaitu Bu Mega di tingkat pusat dan Pak Boy Sadikin di tingkat DKI. Sekarang saya lagi fokus mengawal proses penghitungan suara agar tidak dicurangi,” ujar Pras, sapaan akrab Prasetyo Edi Marsudi. (joko)