Tuesday, 19 November 2019

Marzuki Alie

Hasil Hitung Cepat Pemilu Gambarkan Tak Ada Partai Dominan

Jumat, 11 April 2014 — 10:02 WIB
Marzuki Alie-330

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Marzuki Alie mengatakan hasil hitung cepat pemilu yang menggambarkan tidak ada satupun partai yang dominan dan akan bisa mengusung calon presiden sendiri, akan memukul dan merontokkan lembaga-lembaga survey yang tidak kredibel .Lembaga-lembaga survey yang hanya mementingkan kepentingan para pemesan survey tidak akan lagi dianggap oleh public.

“Kemarin ini banyak sekali lembaga survey memprediksi, bahwa satu partai akan mendominasi  pileg jika partai mau mendorongnya jadi capres, tapi nyatanya perolehan suara partai tersebut tidak naik secara signifikan.Ini bisa dilihat dari hasil quick count yang biasanya tidak akan berbeda jauh dari hasil rekapitulasi suara oleh KPU nanti,” ujar Marzuki kepada wartawan di Jakarta,Jumat (11/4).

Prediksi lembaga-lemaga survey yang tidak kredibel itu menurut Marzuki juga mengatakan bahwa partai-partai kecil akan hilang, tapi nyatanya partai-partai kecil berhasil menaikkan suara mereka. “Mereka bilang partai-partai kecil akan hilang, tapi penyebaran suara partai terbukti bisa dibilang merata,”imbuhnya.

Namun demikian Marzuki pun menegaskan masih ada lembaga survey yang kredibel yang masih bisa diperpercaya.Dia pun mencontohkan salah lembaga survey yang bisa dipercaya yaitu LSI Saeful Mudjani yang tetap bisa menjaga kredilitasnya dengan hasil survey yang independen.

Meskipun Partai Demokrat menggunakannya, tapi tidak pernah ada rekayasa untuk menaik-naikkan hasil survey Partai Demokrat.”Kami menggunakan lembaga yang dipimpin Saeful dan meski pahit buat kami tapi hasilnya real.Saya tidak melihat itu pada lembaga survey lainnya,” imbuhnya.

Marzuki menyayangkan lembaga-lembaga survey yang tidak kredibel ini yang menggunakan keilmuan mereka untuk kepentingan komersil semata.

“Rakyat sudah cerdas dan terbukti tidak terpengaruh oleh survey-survei yang tidak kredibel tersebut.Rakyat menghukum mereka dan survey mereka. Termasuk dalam pilpres nanti, jika mereka terlalu kelihatan mengangkat klien mereka, rakyat akan menghukum capres yang digadang-gadang lembaga survey itu juga,” jelasnya.

(prihandoko/sir)