Tuesday, 19 November 2019

Bisa Saja

Selasa, 15 April 2014 — 8:39 WIB

“Kupikir hebat juga Jokowi itu,” kataku begitu sampai di Pos RW.
“Apanya yang hebat?” tanya Soleh sambil melonjorkan kaki.
“Dia cepat datangi Surya Paloh untuk mendapatkan dukungan,” jawabku.
“Ya lah, kalau nggak hebat masak jadi Gubernur DKI dan capres,” sambung Lukman.

“Sekarang ini, baru Jokowi yang aman jadi capres, istilahnya sudah dapat tiket maju ke pilpres karena PDI-P dan Nasdem sudah cukup bisa mengajukan calon. Yang lain kan belum,” kataku.

“Ya, karena pemilu kemarin, tak ada satu pun partai yang memperoleh 25% suara, semua dibawah 20%.  Untuk bisa mengajukan capres dan cawapres partai harus berkoalisi,” kata Soleh.

“Maka itu petinggi partai sekarang lagi sibuk.  Sebab bisa-bisa  Ical atau pun Prabowo nggak bisa ikut pilpres 2014 kalau saja mereka nggak bisa mendapatkan koalisi,” kataku.

“Bagaimana ceritanya?” tanya Lukman.
“Ya coba saja kalau PKB, PAN,PKS dan PPP mau bersatu, mereka bisa mengajukan capres dan cawapres. Orang bilang namanya poros tengah,” kataku.

“Tinggal Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura. PDI-P kan sudah sama Nadem,” kata Lukman.

“Ical dan Prabowo tetap ngotot jadi capres, nggak mau jadi wakil. Demokrat kupikir bisa sama Golkar atau Gerindra, tapi masih kurang. Apa Hanura mau diajak, padahal mereka sudah putuskan capres dan cawapresnya Wiranto dan HT,” kataku.

“Wah, kalau begitu gawat juga,” kata Soleh.
“Apa pulak yang gawat?” tanya Lukman.
“Soleh betul. Kalau saja PDI-P bisa menggaet partai-partai lain berkoalisi, kan bisa-bisa capresnya cuma Jokowi sendiri,” jawabku.
“Bisa jadi,” potong Lukman.

“Nah, karena itu saat-saat sekarang sangat menentukan nasib bangsa, siapa yang bakal memimpin bangsa ini. Apakah capresnya cuma satu, Jokowi,” kataku.

“Ya, mudah-mudahan ada capres yang lain, jadi bisa seru, nggak cuma satu,” kata Soleh.
“Wakilnya Jokowi siapa” tanya Lukman.
“Katanya akan diumumkan dalam minggu-minggu ini. Jangan-jangan Ahok,” kataku.

“Ah, masak ya? Tapi bisa juga untuk memecah konsentrasi Prabowo,” kata Lukman.
“Ya, juga, dulu kan Ahok itu Golkar, lalu masuk Gerindra waktu pilgub DKI karena Golkar tak mendukungnya. Nanti bisa saja dia ditarik Jokowi dan keluar dari Gerindra,” kata Soleh.

“Tapi apa Ahok mau? ” kataku.
“Ehh, calon wakil presiden masak nolak,” kata Lukman tersenyum. (lubis1209@gmail.com)