Sunday, 17 November 2019

Di Medan, Rekapitulasi Dijaga Ketat Polisi

Minggu, 20 April 2014 — 21:07 WIB
polisi1

MEDAN (Pos Kota) – Ratusan personil kepolisian diturunkan untuk mengamankan jalannya pleno rekapitulasi perhitungan suara Pileg 2014 di tingkat Kota Medan, di Tiara Convention, Medan, Minggu (20/4)

Tidak hanya itu, sejumlah kendaraan taktis seperti Barracuda dan Water Canon disiagakan.

Di lokasi perhitungan, sejumlah saksi partai politik mengamuk saat berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi hasil perolehan suara.

Hal ini dipicu tidak diakomodirnya sejumlah keberatan yang mereka ajukan kepada pimpinan pleno Ketua KPU Kota Medan, Yenni Khairiah Rambe dan anggota KPU Medan Irwansyah.

Salah satu keberatan saksi yaitu agar pihak KPU membuka kembali kotak suara.  Namun, permintaan itu ditolak.  “Tidak dibenarkan untuk membuka kembali kotak suara,” kata Yenni.

Dijelaskan dia, pihak yang merasa keberatan bisa diajukan dengan mengisi formulir D2 dan keberatan atas perhitungan ditingkat KPU dengan mengisi formulir DB2.

Mendengar itu, CP Nainggolan saksi dari Partai Golkar langsung berteriak menyebutkan bahwa keberatan mereka mulai dari tingkat PPS tidak pernah diakomodir.

“Tak ada satu pun yang beres ini PPS dan PPK, karena mereka semua mencuri suara. Berbicara demokrasi di dalam ruangan ini pun tidak boleh. Jadi untuk apa kita memberikan pendapat,” katanya kesal. (samosir/d)