Wednesday, 13 November 2019

Kasus Kuota Impor Daging Sapi

Penyuap LHI Dituntut 4,5 Tahun

Selasa, 22 April 2014 — 13:07 WIB
Maria-Elizabeth-Liman

JAKARTA (Pos Kota) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian, Maria Elizabeth Liman, dipidana empat tahun enam bulan penjara. Direktur Utama PT Indoguna Utama itu dinilai terbukti menyuap mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq, sebesar Rp1,3 miliar melalui koleganya, Ahmad Fathanah.

“Menuntut, supaya majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama empat tahun enam bulan, dikurangi seluruhnya dari masa tahanan yang telah dijalani,” kata Jaksa Irene Putri saat membacakan berkas tuntutan terdakwa Maria, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/4) siang.

Selain dituntut pidana penjara, Maria juga dituntut pidana denda Rp200 juta subsider empat bulan kurungan. Menurut jaksa, suap itu diberikan Maria kepada Luthfi saat masih menjabat Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS. Jaksa menuding, suap itu untuk mengupayakan penambahan kuota impor daging sapi buat PT Indoguna Utama dan beberapa perusahaan importir yang tergabung dalam Grup Indoguna Utama.

Atas perbuatan itu, Maria disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang (UU) nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Dalam mengajukan tuntutan, JPU KPK mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan, yakni terdakwa Maria dianggap tak mendukung upaya pemerintah yang sedang giat-giatnya melakukan pemberantasan korupsi dan tidak mengakui kesalahannya.

“Sementara, hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa bersikap sopan selama menjalani persidangan,” imbuh Jaksa KPK.

Menanggapai tuntutan itu, Maria menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pribadi bersama tim kuasa hukumnya. Sidang akan dilanjutkan, Selasa (29/4), dengan agenda pembacaan pleidoi. (yulian/yo)

Terbaru

Petugas memeriksa pengunjung Polres Jakarta Utara.
Rabu, 13/11/2019 — 16:14 WIB
Pengamanan di Polres Jakarta Utara Diperketat
Sejumlah kendaraan di pusat pemerintahan provinsi banten hancur tertimpa pohon saat kota serang dilanda hujan angin. (ist)
Rabu, 13/11/2019 — 15:46 WIB
Kota Serang Porak Poranda Diterjang Hujan Angin
Pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan.(ist)
Rabu, 13/11/2019 — 15:33 WIB
Bom Polrestabes Medan
Polisi: Pelaku Lilitkan Bom di Pinggang