Thursday, 14 November 2019

HIV Pada Kaum Homoseksual Meningkat Tajam

Kamis, 24 April 2014 — 19:47 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Kasus HIV/AIDS kini semakin merangsek masuk ke lingkungan keluarga. Tak hanya mereka yang berperilaku seks bebas dan menyimpang, ibu rumah tangga dan anak-anak pun sudah mulai terkena HIV/AIDS.

“Fakta ini sungguh membuat saya sangat prihatin. Bahwa ancaman HIV/AIDS kini sudah masuk ke dalam ranah keluarga dimana perempuan dan anak menjadi orang-orang yang terancam HIV/AIDS,” papar Menkes Nafsiah Mboi, Kamis (24/4).

Kondisi tersebut menurut Nafsiah tak lepas dari perilaku seks menyimpang dari para laki-laki. Data 2012 menyebutkan telah terjadi peningkatan kasus 7 kali lipat dari 0,1 persen pada 2007 menjadi 0,7 persen pada 2012.

Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) 2007 dan 2011 disejumlah kota menyebutkan bahwa epidemic HIV menunjukkan peningkatan hingga 134 persen pada populasi laki-laki suka laki-laki (LSL) dan meningkat 600 persen pada populasi laki-laki beresiko tinggi (LBT).

Hal sebaliknya justeru ditunjukkan pada populasi pengguna alat suntik (penasun) yang cenderung menurun 19,1 persen, wanita penjaja seks (WPS) tak langsung menurun 22,5 persen, WPS langsung turun 5,1 persen dan waria turun 4,5 persen.

Hasil yang hampir sama juga ditunjukan oleh survey STBP 2009 dan 2013 dimana LSL meningkat hingga 83 persen, penasun meningkat 46,3 persen, WPS tak langsung turun 38,5 persen, WPS langsung turun 10 persen dan waria turun 19,6 persen.

Peningkatan laki-laki yang beresiko tinggi dalam hal seks membuat jumlah ibu rumah tangga dan anak yang terkena HIV/AIDS juga meningkat.

Hingga 2013, tren jumlah penderita AIDS pada ibu rumah tangga mencapai 865 orang, HIV/AIDS pada anak usia 0-4 tahun 759 (HIV) dan 154 (AIDS).

Kemenkes dikatakan Nafsiah telah melakukan program pencegahan penularan ibu dan anak (PPIA) dengan melibatkan 236 puskesmas di 93 kabupaten/kota.

Selain itu juga dilakukan upaya strategis terhadap mobile man with money (3M) yakni intensifikasi pencegahan melalui intervensi struktural dengan fikus pada lelaki berisiko tinggi (LBT) baik ditempat kerja maupun lokasi transaksi sek.

Kemudian melakukan penguatan sistem, perluasan dan mutu kesehatan yang berkesinambungan.

“Penggunaan kondom pada laki-laki berisiko tinggi terakhir sudah lumayan, meningkat hingga 60 persen,” tandas Menkes.

Upaya pencegahan penularan dari ibu ke bayi juga sudah ditingkatkan, dari 1.500 ibu hamil yang diberikan ARV (anti retroviral/obat anti HIV) hanya 106 yang positif HIV dan ada 1.400 bayi dengan ibu HIV bisa diselamatkan.

Ada pun estimasi populasi rawan HIV tahun 2012 menyebutkan 8 juta laki-laki berisiko terkena HIV/AIDS dengan rincian 6,7 juta pria membeli seks, 1,13 juta merupakan gay, waria dan homo.

Sedang pada perempuan diperkirakan ada 5 juta dengan rincian 4,9 juta ibu rumah tangga yang menikah dengan pria berisiko tinggi daan 230 ribu wanita penjaja seks. (Inung/d)