Monday, 14 October 2019

Dibentuk Satlakar Hingga Kelurahan

Empat Bulan Terjadi 40 Kasus Kebakaran

Sabtu, 3 Mei 2014 — 8:10 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

DEPOK (Pos Kota) – Sedikitnya 40 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari-April 2014 di Depok. Sebagian besar penyebabnya adalah korsleting listrik dan sisanya disebabkan kompor meledak, puntung rokok hingga lilin.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Yayan Ariyanto, mengatakan kebakaran itu adalah peristiwa yang sulit dicegah dan bersifat sporadis. “Korsleting listrik masih dominan dengan banyak penyebab di antaranya kabel listrik kropos dan menumpuknya stop kontak dalam satu jaringan,” ujarnya saat dihubungi wartawan di Pemkot Depok, kemarin. “Hal sama juga terjadi tahun 2013 tercatat 140 kasus kebakaran.”

Namun begitu, ia mengakui pihaknya terus melakukan sosialisasi cara pencegahan dan penanganan awal saat terjadi kebakaran. Setidaknya, ia menyarankan kalau ada api maka masyarakat jangan panik dan tahu cara menanganinya.

Karenanya, Yayan mengungkapkan telah membentuk Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar). Mulai tingkat kelurahan, sekolah, dan unsur masyarakat. “Kami menargetkan hingga akhir tahun ini sudah terbentuk 63 Satlakar di setiap kelurahan. Selain  juga, Satlakar itu, bisa terbentuk di semua sekolah, pasar dan pabrik.

“Satlakar ini diharapkan sebagai upaya atau tindakan preventif dalam menekan kasus kebakaran di Kota Depok.  Alhamdulillah kita sudah punya gedung Satlakar, kemarin kita baru saja melatih Satlakar di Kecamatan Limo. Pelatihan rutin kita lakukan.”

Kendati demikian, Yayan mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan diupayakan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah, mengecek selang kompor gas, mengganti instalasi jaringan listrik khususnya rumah yang berusia di atas 15 tahun, serta berhati-hati membuang puntung rokok yang masih menyala. “Karena Satlakar juga butuh kerjasama dengan warga,” pesannya. (rinaldi/yo)

Foto: Istimewa