Sunday, 17 November 2019

0rang-orang yang Disayang Tuhan

Jumat, 16 Mei 2014 — 23:28 WIB

“ASSALAMU alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh,” ucap Dul Karung lantang dan fasih ketika masuk ke warung kopi Mas Margo.

Seperti biasa, sambil menempatkan bokongnya di bagian kosong dari bangku panjang semata wayang yang ada di sana, tangannya meraih singkong goreng yang masih kebul-kebul.

“Wajah dan suaramu cerah betul pagi ini, Dul. Apa ada sobat atau kerabatmu yang terangkut ke Senayan?” tanya orang yang duduk di dekat pintu masuk warung, yang segera bergeser memberi tempat untuk Dul Karung duduk.

“Menjadi anggota DPR, maksudmu?” tanya Dul Karung.  “Alhamdulillah tidak ada sama sekali,” sambungnya sebelum ada yang merespons ucapannya.

“Hlo kau kok mengucap alhamdulillah? Seharusnya ucapan seperti itu justru dilantun ketika seseorang bersyukur. Berterima kasih kepada Allah SWT,” koreksi orang yang duduk di ujung kiri bangku panjang.

“Aku sekarang ini dalam kondisi bersyukur kepada Allah. Di mataku menjadi anggota DPR itu adalah ujian berat yang Allah turunkan kepada hamba-Nya.

Lihat saja realitasnya. Yang gagal bisa stres, yang berhasil menjadi anggota DPR bisa digiring ke bui. Nauzu billah min zalik. Jauhkanlah sobat dan kerabatku dari cobaan semacam itu,” kata Dul Karung serius meskipun diselingi dengan seruputan teh panas manis kental.

“Tapi ada mantan anggota DPR yang terkenal tangkas bicaranya, ketika sekarang berurusan dengan KPK menyatakan dirinya dicintai Allah SWT. Urusan dengan KPK itu di matanya hanya bentuk cinta Tuhan kepadanya.

Katanya, itu hanyalah  ujian dari Allah SWT,” sanggah seseorang entah siapa dan yang mana.

“Alhamdulillah. Untung aku tidak punya pikiran seperti mantan anggota DPR itu,” kata Dul Karung.

“Apa hubungannya dengan kau? Emangnye kau mantan anggota DPR?” ujar orang yang duduk selang tiga di kanan Dul Karung.

“Kalian kan semua tahu bahwa aku adalah orang yang paling banyak berutang di warung ini. Bahkan kalian seringkali mengejek hal itu. Kalau aku punya pikiran seperti mantan anggota DPR tersebut, pasti aku akan merasa dicintai oleh banyak sekali orang. Dan seseorang yang dicintai banyak orang pasti dicintai Allah. Kan kata orang politik, suara rakyat adalah suara Tuhan? Nah, rakyat itu kan berarti orang banyak? Kalau  suara orang anyak berarti suara Tuhan, cinta orang banyak pun berarti cinta Tuhan,” kata Dul Karung.

“Tunggu dulu! Mengapa kau merasa dicintai oleh banyak orang?” kata orang yang duduk di sebelah Dul Karung, sebelum si Dul Menyesaikan kalimatnya.

“Karena setiap hari ke hpku banyak sekaloi sms masuk yang isinya menawarkan pinjaman. Bayangkan orang yang sama sekali tak kukenal pun mau meminjam uang, bukan itu tanda mereka mencintai aku?,” kata Dul

Karung seraya pergi meninggalkan warung. .(syahsr@gmail.com )