Monday, 14 October 2019

Daripada Seragam Dicorat-coret, Lebih Baik Disumbangkan

Rabu, 21 Mei 2014 — 23:57 WIB
Soes-22M

SISWA SMP dan SMA di berbagai daerah, khususnya di Jakarta punya cara tradisi dan cara ‘khusus’ dalam merayakan kelulusan mereka, dengan coret-coret seragam sekolah atau konvoi sepeda motor. Sebuah tradisi yang sebenarnya tidak perlu dipelihara dan dilakukan turun temurun.

Mencorat-coret seragam sekolah adalah perbuatan yang mubazir. Mestinya para pelajar ini menengok ke bawah, ke sebagian besar orang tua miskin yang terpaksa tidak bisa membelikan seragam sekolah buat anak-anaknya karena tak punya uang.

Soes-22M-475

Di saat sebagian besar pelajar tidak bisa membeli  seragam sekolah dan terpaksa memakai seragam yang ada untuk dua atau tiga hari tanpa ganti, miris juga hati kita melihat sebagian besar pelajar merayakan kelulusannya dengan mencorat-coret seragam sekolah yang sudah tidak akan mereka pakai lagi.

Kenapa sih seragam sekolah itu diberikan atau disumbangkan saja untuk mereka yang membutuhkan? Itu akan lebih berarti dan menunjukkan sikap peduli kepada yang lain, yang tidak mampu. Lulus dari sekolah, ada satu hal yang perlu dipikirkan, menempuh pendidikan yang lebih tinggi atau mencari kerja.

Sekali lagi, yuk kita sumbangkan bekas seragam sekolah yang masih laik pakai kepada yang membutuhkan. (suzana)