Wednesday, 23 October 2019

Sibuk Menggelar Konvensi, Demokrat Repot Berkoalisi

Rabu, 21 Mei 2014 — 2:05 WIB
Goen-21M

GAUNG Konvensi Capres yang nyaris tak terdengar, hanya menyelamatkan PD pada posisi 10,19 % suara dalam Pileg. Ironisnya, di kala perolehan kursi mepet, partainya SBY ini terus asyik dengan konvensinya. Akibatnya, ketika parpol lain sudah mantap dengan mitra koalisi, PD sudah kehabisan stok parpol peserta Pemilu. Bikin Capres sendiri tak mungkin, merapat ke Gerindra atau PDIP sama tidak nyamannya. Ya sudahlah….., daripada repot akhirnya netral saja!

Gara-gara banyak kader elitnya yang jadi pasien KPK, elektabilitas PD ngedrop dibuatnya. Ketum PD SBY pun segera menggelar Konvensi Capres. Konvensi itu memang bertujuan ganda. Di samping mencari bibit unggul Capres, sesungguhnya demi mendongkrak popularitas dan elektabilitas partai. Sayangnya, dengan konvensi pun, nasib PD kurang menggembirakan, hanya memperoleh 10,19 % suara Pemilu Legislatif.

Goen-21M-475

Mestinya dengan kondisi tersebut PD das des…. segera mencari mitra koalisi untuk membentuk poros Capres baru, tandingan Jokowi dan Prabowo. Sialnya, siapa jago konvensi diumumkan mundur-mundur terus. Dan ketika ditemukan nama Dahlan Iskan sebagai pemenang –meski bukan harapannya– parpol peserta Pemilu nyaris kehabisan stok. Yang masih layak diperhitungkan tinggal Golkar, tapi itupun susah dipegang, karena Bung Ical-nya masih mondar-mandir kayak setrikaan.

Ketika Golkar merapat ke Gerindra, habislah peluang PD untuk bikin Capres poros ketiga. Bagaimana baiknya? Apakah bergabung sekalian ke sana? SBY tak sreg, karena Prabowo pernah sesumbar dalam kampanyenya bahwa mau mengubah UUD 1945 hasil amandemen, kembali ke aslinya. Dia juga siap menasionalisasi semua usaha asing di Indonesia. Kalau begitu, apa harus merapat ke PDIP? Ini tambah repot, karena Megawati tak pernah mau membuka pintu untuk SBY.

Pilihan satu-satunya hanyalah, netral, tidak dukung ke Jokowi maupun ke Prabowo. Mau golput? Tidak juga, karenanya SBY meminta kepada para kadernya Selasa sore kemarin, untuk memberikan suaranya kepada Capres yang visi dan misinya paralel dengan program PD selama 10 tahun memerintah. Dan tentunya, kader PD yang di Senayan nanti harus belajar bagaimana jadi oposisi. – gunarso ts

  • achmad

    Ketika Pemilu memerintahkan kepada rakyat supaya jangan golput,sekarang kenyataannya mereka netral (golput).Pemimpin gombal.