Monday, 21 October 2019

Sengketa Pilkada Diurus MA, MK Sekarang Merasa Lega

Kamis, 22 Mei 2014 — 0:07 WIB
Dms-22MA

DITANGANI Ketua Mahfud MD, peradilan sengketa Pilkada di  MK tak ada masalah. Namun setelah dipimpin Akil Mochtar –Ngeselin–, peradilan sengketa Pilkada isinya maksiat melulu. Untuk memenangkan penggugat atau tergugat, selalu dipengaruhi sogok dan suap. Hamdan Zulva tak mau bernasib seperti pendahulunya, sehingga ketika peradilan Pilkada digugat sekelompok orang, MK pun langsung mengabulkan. Sejak itu sengketa Pilkada jadi urusan MA, dan MK pun legaaa….!

Awalnya sengketa pilkada ditangani oleh MA. Tapi karena beban menumpuk sedangkan perkara yang masuk ke MK belum banyak, tahun 2008 sengketa Pilkada dialihkan ke MK. Selama dipimpin Mahfud MD, tak pernah jadi masalah, meski pakar hukum tata negara Refly Harun pernah menyangsikannya.

Dms-22MA-475

Ternyata setelah Mahfud MD pensiun dan digantikan Akil Mochtar, sinyalimen Refly mendekati kenyataan. Ali Mochtar ditangkap KPK gara-gara suap dalam sengketa Pilkada. Benar-benar Akil Mochtar ngeselin kelakuannya.

Kredibilitas MK pun anjlog gara-gara uang kertas. Hamdan Zulfa pengganti Akil mencoba memulihkannya. Tapi di kala sengketa pilkada masih menumpuk, datang pula 702 perkara sengketa Pemilu 9 April lalu. Waduh, MK benar-benar dalam posisi: tangan mencencang bahu memikul. Gila nggak, 702 perkara harus selesai dalam sebulan;  kodok kalung kupat, awak boyok sing gak kuwat!

Dalam pada itu, sejumlah mahasiswa hukum Universitas Esa Unggul menggugat ke MK bahwa lembaga tersebut tak berwenang menangani sengketa pilkada, karena hal itu tak berkaitan dengan konstitusi. Meski gugatan itu ”konflik kepentingan” dengan tugasnya, langsung saja dikabulkan seluruhnya. Maka sejak Senin 19 Mei 2014, MK tak berwenang lagi mengadili sengketa pilkada.

Dulu kewenangan adili sengketa pilkada di tangan MA. Karena MK sudah tak berwenang menangani, jadi beban itu kembali terlempar ke MA. Maka Hamdan Zulva Dkk di MK pun merasa  legaa…., seperti grand master Utut Udianto kena flu. Gara-gara Akil Mochtar, kerja MK sekarang memang dicurigai melulu. Menangkan atau kalahkan sengketa pilkada, selalu dituduh ada uangnya bermiliar-miliar. – gunarso ts