Tuesday, 12 November 2019

Syukurlah, yang Bertarung Cuma Dua Pasang

Kamis, 22 Mei 2014 — 0:00 WIB
Dms-22M

DEMOKRASI adalah sistem pemerintahan yang memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menyuarakan aspirasinya dan suara mereka berhak didengar. Siapa pun dari mana pun, tanpa memandang kasta, pendidikan dan latar belakang.

Demokrasi menjamin semua orang yang memenuhi syarat untuk memilih dan dipilih, untuk memimpin dan jadi wakil bagi yang lainnya. Tapi demokrasi juga berongkos. Kadang mahal, kadang sangat mahal.

Dms-22M-475

Pemilihan legislatif dan yang baru berlangsung memperlihatkan, betapa mahalnya ongkos untuk berdemokrasi. Meski tidak selalu. Ada caleg lulus ke Senayan dengan menghamburkan uang yang jika ditotal merupakan gajinya sebagai anggota DPR selama lima tahun, kelak. Artinya di Senayan nanti, dia cuma bawa amplop kosong, bila tak punya penghasilan lain.

Kini dua pasang kandidat mengumumkan pencapresannya, dan KPU telah menutup pendaftarannya. Jika tak ada aral melintang, Rabu, 9 Juli mendatang, dua pasang kandidat presiden bertarung, lagi-lagi memperebutkan suara raktyat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik, menyatakan, untuk penyelenggaraan pilpres, 9 Juli, negara menganggarkan Rp 7, 94 triliun. Jumlah itu dibagi menjadi dua bagian dengan mempertimbangkan pilpres berpotensi dilakukan dalam dua putaran.

Pilpres dan Wapres putaran pertama telah dialokasikan anggaran Rp4 triliun koma sekian, sedangkan untuk putaran dua, telah dialokasikan Rp3,9 triliun sekian.

Kini, dengan hanya dua pasangan tampil, maka anggaran yang bisa dihemat berkisar Rp 3,93 triliun. Alhamdulillah.

Politik bukan hanya ambisi besar dan keyakinan tanpa takut kalah. Demokrasi juga tahu diri, berjiwa besar, memperlihatkan sebagai partai yang melihat kenyataan. Ketika logistik tidak memenuhi, partai tengahan memilih bergaung numpang kendaraan, berkoalisi dengan tokoh yang sudah populer. Yang lainnya memilih tidak ikut berpihak untuk intropeksi.

Siapa pun yang menang nanti, semoga betul-betul mewujudkan janji kampanyenya. Membuat Indonesia lebih baik. Lebih bersih. Lebih maju. Lebih hebat. – dimas.