Wednesday, 23 October 2019

Oh, Betapa Beratnya Menahan Godaan?

Sabtu, 24 Mei 2014 — 4:44 WIB

“ORANGNYA baik, solatnya rajin. Penuh senyum,dan kalau disuruh apa saja langsung dikerjakan. Nggak membantah!” ujar seorang ibu rumah tangga pada tetangganya,”Tapi,siapa sangka dia ternyata penjahat. Habis semua harta saya, dikuras sama dia!” ujarnya lagi dengan penuh emosi.

Wanita tadi bercerita soal musibah yang baru saja menimpa dirinya. Dia, katanya, dijarah harta bendanya oleh sang pembantu rumah tangganya yang baru seminggu berkerja di rumahnya. Celakanya, dia mendapat pembantu,tanpa tahu alamatnya. Sekali lagi celaka duabelas!

Ini kisah nyata, dan bisa saja terjadi di mana-mana dan menimpa siapa saja. Dari skala kecil, rumah tangga, sampai bisa jadi negara juga bisa habis dikuras oleh orang-orang yang kelihatannya alim.

Dengan berkedok sopan santun, berkedok agama, berkedok senyum, berkedok budi luhur, berkedok kebaikan dan segala macam kedok dipakai. Tapi sayang, semua kedok hanya sebagai penutup kejahatannya.

“Jadi,saya berpesan kepada Ibu, jangan menerima orang sembarangan. Saya kasih tip, jangan terlalu percaya pada orang yang kelihatannya baik sama kita, tapi ternyata kebaikannya itu hanya sebagai alat penjerat!” ujar si ibu, masih pada sang tetangga.

“Benar kata Ibu.Terima kasih sudah mengingatkan saya. Tapi, saya percaya, masih banyak juga orang-orang baik. Memang sebaiknya kita harus waspada,”kata si tetangga.

Ya, memang dalam dunia ini, ada kebaikan, ada keburukan. Ada orang baik ada juga orang jahat.

Dan, sangat disayangkan memang, banyak juga orang-orang baik, kemudian menjadi jahat ketika menerima amanah. Menerima jabatan agar dijalankan dengan adil dan bijaksana, tapi malah diselewengkan!

Banyak orang baik,yang bahkan terlihat religius, toh jebol juga imannya. Tak kuat menahan godaan. Yang begini ini, kata orang bijak, hanya memelihara nafsu serakahnya. Payah, deh! – massoes