Sunday, 17 November 2019

Mau Berobat Tak Punya Uang

Mata Efendi Nyaris Buta Tapi Tetap Kerja

Selasa, 27 Mei 2014 — 11:32 WIB
effendi1

SUDAH  bertahun-tahun, Efendi, 52, pandangan matanya kabur dan kalau melihat sesuatu tampak samar-samar. Mau berobat tidak punya uang, ironisnya lagi warga RT 05/01 Kelurahan Kalideres, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) ini juga tidak mempunyai Kartu Jakarta Sehat (KJS).

“Mata saya nyaris tidak melihat, kalau melihat orang samar-samar, cuma dengar suaranya saja,” ucap Efendi, saat ditemui tengah menggarap lahan kosong dekat Terminal Kalideres.

Meski penglihatannya nyaris buta, Efendi tetap bekerja menggarap lahan guna menghidupi istri dan satu anaknya yang telah duduk di bangku SMP. Sebenarnya dirinya pingin berobat, namun tidak ada uang atau biaya, termasuk buat mengurus KJS (Kartu Jakarta Sehat).

“Boro-boro mas mau berobat atau operasi mata, buat makan sehari-hari saja kurang dan masih dibantu orang lain,” ucap Bapak satu anak yang mengaku buat makan setiap harinya dengan menjual daun singkong dan daun pisang.

Daun pisang dan daun singkong merupakan hasil dari ladang yang digarapnya. Namun, hasilnya tidak cukup karena sehari paling hanya dapat Rp 10 ribu. “Dari jual hasil ladang paling cuma Rp 10 ribu/hari, itupun ngak pasti. Buat makan aja nga cukup, terkadang ada ada tetangga atau orang lain yang membantu,” kata Efendi.

Sebenarnya dirinya ingin mengurus KJS yang diporgramkan Pemprov DKI Jakarta. Namun, lagi-lagi masalah uang yang jadi kendala sehingga urung mengurusnya. “Itu dia masalahnya, kalau ngurus ke puskesmas kan butuh uang buat transport, sementara buat makan aja kurang,” tutur Efendi yang mengaku bersama keluarganya tinggal menumpang di rumah saudara.

Bapak satu anak ini berharap agar ada dermawan atau pihak pemerintah yang mamu membantunya untuk berobat atau operasi matanya, sehingga dirinya kembali dapat melihat dengan jelas dan terang.

(tarta/sir)
Teks Gbr- Efendi, yang pandangan matanya kabur tengah menggarap lahan. (tarta)