Wednesday, 11 December 2019

Anas Juga Dijerat Dengan Pasal Pencucian Uang

Jumat, 30 Mei 2014 — 19:36 WIB
anascuci

JAKARTA (Pos Kota) – Selain didakwa menerima hadiah sejumlah uang dan kendaraan, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, juga diduga menyamarkan harta kekayaan hingga total Rp23,880 miliar sehingga didakwa dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Terdakwa menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan,
membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan lain,” kata jaksa Eva Yustiana, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jl. HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/5).

Jaksa merinci, Anas membelanjakan Rp20,880 miliar untuk sejumlah bidang tanah dan bangunan di
wilayah Jakarta Timur dan Yogyakarta. Dengan rincian:

Pertama, pada 16 November 2010 membeli tanah dan bangunan seluas 639 meter persegi (m2) di Jl. Teluk Semangka Blok C9 No. 1 Kelurahan/ Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, seharga Rp3,5 miliar yang
kemudian diatasnamakan Anas Urbaningrum. Tanah yang sebelumnya milik Reny Sari Kurniasih ini dibeli Anas melalui seseorang bernama Nurachmad Rusdam dengan cara tunai.

Kedua, pada 28 Juni 2011, Anas membeli tanah secara tunai, milik Nurkasanah, di Jl. Selat Makasar, Perkav AL Blok C9 RT 006/017 No. 22, Kelurahan/ Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, seharga Rp690 juta. Tanah ini juga dibeli melalui Nurachmad Rusdam dan kepemilikan tanah itu kemudian diatasnamakan Atabik Ali, mertua Anas.

Ketiga, pada 20 Juli 2011, Anas melalui Atabik Ali membeli secara tunai dua bidang tanah milik Etty Mulianingsih seluas 200 m2 dan 7.870 m2 di Jl. DI Panjaitan No. 57 dan No. 139, Mantrijeron, Yogyakarta
seharga Rp15,740 miliar. Pembayaran melalui Atabik ALi dengan perincian pembayaran Rp1,574 miliar, 1,1 juta dolar AS, 20 batang emas batangan seberat 100 gram dan penukaran tanah seluas 1.069 m2 di belakang RS Wirosaban dan tanah 85 m2 di Jl. DI Panjaitan, Mantrijeron, Yogyakarta. Semua kepemilikan dua bidang tanah tersebut diatasnamakan Atabik Ali.

Keempat, pada 29 Februari 2012, Anas melalui kakak iparnya, Dina Zad, membeli secara tunai tanah seluas 280 m2 milik Palupi Hidayati di Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, seharga
sekitar Rp600 juta. Kepemilikan tanah ini kemudian diatasnamakan Dina Zad.

Kelima, pada 30 Maret 2013, Anas melalui Atabik Ali yang dikuasakan kepada Dina Zad membeli tunai tanah seluas 389 m2 seharga Rp350,100 juta di Desa/ Kelurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Tanah yang dibeli dari Winny Wahyuni ini kemudian diatasnamakan Dina Zad.

Jaksa Eva juga menyebutkan, selaku anggota DPR RI periode 1 Oktober 2009-21 Agustus 2010, total penghasilan Anas hanya sekitar Rp194,680 juta ditambah tunjangan sebesar Rp339,691 juta. Dia pun tidak punya
penghasilan resmi di luar gaji dan tunjangan itu. (yulian)

Teks : Anas Urbaningrum saat mengikuti sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta (rihadin)