Tuesday, 10 December 2019

Beromset Miliaran Rupiah

Pabrik HP Abal-Abal Di Rumah Mewah Digerebek

Sabtu, 31 Mei 2014 — 15:49 WIB
gadget1

KOJA (Pos Kota) – Bagi masyarakat yang ingin membeli gadget di lokasi penjualan HP harus lebih waspada dan teliti. Pasalnya, ribuan gadget rusak menjadi baru (rekondisi) keluaran terbaru bertebaran tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia. Hal tersebut diketahui setelah Polres Jakarta Utara menggerebek home industri rekondisi HP merek BlackBerry, Iphone dan Samsung di Perumahan Taman Grisenda, Blok C1/7, Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dari dalam rumah mewah tersebut petugas menyita 150 BlackBerry berbagai macam tipe, 400 BlackBerry, Iphone dan Samsung siap jual, 1 kardus kartu garansi, buku petunjuk pengguna, sticker garansi, label, cesing HP, baterei, charger, handfree, CD panduan, kardus bungkus HP, peralatan servis HP hingga faktur penjualan. Selain itu petugas juga mengamankan dua tersangka, yaitu Suwandi alias Hwawe alias Atat, 40, dan Ngumpin, 39. Sementara dua rekan korban Antoni dan Eben masih dalam pengejaran.

Dalam sebulan omset penjualan gadget rekondisi berbagai macam merek itu mencapai Rp1 miliar. Dan kegiatan jaringan gadget rekondisi ini sudah berlangsung selama satu tahun. “Kita mengamankan sekitar 700 smartphone dari merek terkenal. Dari keterangan para saksi, diketahui bahwa mereka merupakan kelompok perakit gandget bekas menjadi baru untuk dijual dengan harga baru di toko-toko penjualan HP,” kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes M. Iqbal, Sabtu (31/5).

Iqbal mengatakan, dalam menjalankan kegiatannya kelompok ini sengaja mendatangkan gadget bekas dari China dan pasar lokal di Indonesia. Di rumah sewaan tersebut, mereka memproduksi HP menjadi baru dan dalam sebulan bisa menghasilkan 700 unit HP. Selanjutnya HP tersebut dipasarkan ke berbagai toko di seluruh Indonesia dengan dilengkapi kartu garansi distributor D’Best palsu.

“Kalau dilihat sekilas tidak berbeda dengan HP aslinya, karena hampir semuanya sama. Dan itu dijual dengan harga baru sesuai pasaran. Tapi kalau lebih teliti kualitas cetakan garansi atau stiker yang menempel di kardus itu tidak rapi atau lebih buruk.”

Begitu juga dengan stiker DJPT yang terdapat di setiap unit ternyata tidak ada yang beda. “Kita akan memanggil ahlinya untuk melakukan pengecekan lebih detil yang asli dengan yang rekondisi, agar masyarakat tidak ketipu,” terang Iqbal didampingin Kasat Reskrim, AKBP Daddy Hartadi.

Iqbal berharap masyarakat agar lebih hati-hati dalam membeli HP di berbagai counter. Karena dari pemeriksaaan yang dilakukan, pihaknya mendapat pengakuan bahwa HP rekondisi itu juga diedarkan ke berbagai pusat perbelanjaan terkenal di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

Daddy Hartadi menambahkan,  sebaiknya para konsumen sebelum membeli lebih dulu mengecek nomor stiker DJPT nya di situs online Departemen Postel nomor sertifikasinya. “Disana akan terlihat apakah nomor sertifikasinya terdaftar atau tidak.”

Petugas masih menyelidiki keterlibatan berbagai pihak. Termasuk para penjual, apakah mereka turut terlibat atau tidak akan kita telusuri. “Bukan tidak mungkin handphon rekondisi yang sudah beredar di pusat perbelanjaan juga akan disita,” tandas Daddy.

Atas perbuatannya kedua tersangka dijerat pasal 24 ayat (1) no 5 tahun 1984 tentang perindustrian atau pasal 62 ayat (1) UURI no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 52 jo pasal 32 ayat (1) UURI no 36 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman maksimal penjara selama 5 tahun. (ilham/yo)

Teks foto: Kapolres Jakarta Utara, Kombes Mohamad Iqbal didampingi Kasat Reskrim, AKBP Daddy Hartadi menunjukkan gadget rekondisi hasil penggerebekan di Penjaringan, Jakarta Utara. (ilham)