Friday, 15 November 2019

Dua Kubu Capres/Cawapres Debat Soal Peran Perempuan

Minggu, 1 Juni 2014 — 18:36 WIB
Pilpres-9Juli-n

MENTENG – Dua kubu pendukung pasangan calon presiden/calon wakil presiden (capres/cawapres) berdebat soal peran perempuan. Keduanya, saling klaim bahwa baik pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla sama-sama memiliki program pemberdayaan perempuan.

Itu terungkap dalam diskusi bertajuk Perempuan Memantau Visi dan Misi Calon Presiden yang digelar Forum Perempuan Pemantau Presiden di Jakarta, Minggu (1/6).

Pembicaranya, politisi PDIP Eva Kusuma Sundari dan Rieke Dyah Pitaloka. Tim Sukses d Prabowo-Hatta diwakili Marwah Daud Ibrahim. Selain hadir pula aktivis perempuan yang juga pendiri Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Ita Fatia Nadia.

Ita Fatia mengatakan, visi misi yang diusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa sangat kental nuansa maskulin, sehingga, kurang memberikan ruang yang cukup luas bagi kepentingan kaum perempuan.

Namun, sambung Fatia, berbeda dengan capres dan cawapres Jokowi-Jusuf Kalla yang turut memberikan ruang khusus kepada perempuan, misalnya pembangunan dalam bidang politik.

Tim sukses Prabowo-Hatta, Marwah Daud Ibrahim membalas kritikan itu mengatakan, visi misi Prabowo-Hatta sesungguhnya turut mencantumkan program secara spesifik bagi pemberdayaan perempuan. Salah satunya, dengan kebijakan menempatkan 30 persen perempuan dalam jabatan posisi di pemerintahan, baik di pusat, provinsi maupun kabupaten/kota.

“Selain itu, dalam program pemerintahan yang akan dijalankan jika terpilih menjadi presiden, secara umum juga tidak sepenuhnya membatasi peran kaum perempuan, namun tetap memberikan porsi peran yang seimbang antara laki-laki dan perempuan,” kata dia.

Marwah mencontohkan dalam program pembukaan lapangan kerja di pedesaan yang bisa diisi oleh laki-laki dan perempuan,” kata (Johara/d)