Sunday, 15 December 2019

SBY Minta TNI-Polri Netral Dalam Pilpres

Senin, 2 Juni 2014 — 14:25 WIB
ilussby

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta TNI-Polri netral pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, baik institusi maupun pribadi TNI-Polri yang masih aktif. Sedangkan untuk keluarga , istri dan anaknya memiliki hak memilih.

“TNI-Polri netral, baik institusi maupun pribadi TNI- Polri aktif. Keluarga, istri dan anak-anak TNI mempunyai hak untuk memilih,” kata SBY dalam pengarahannya di depan perwira TNI-Polri.

Hadir dalam acara itu, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Kepala BIN Marciano Norman, Panglima TNI Moeldoko, Kapolri Sutarman, Kasad Budiman, Kasal Marsetio,

Kepala Negara, mengharapkan pada Pilpres 2014 ini netralitas TNI-Polri tetap dijaga dan dilaksanakan, jangan sampai dirusak, dan mengkhianati reformasi TNI-Polri yang kita laksanakan dengan sangat tidak mudah waktu itu.

Menurut SBY, dirinya selalu mengingatkan agar TNI-Polri tetap netral. Karena itu harapan rakyat. “Saya kira itu juga harapan dari para capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presien) yang akan segera berkompetisi pada Pilpres 2014 ini.

SBY menjelaskan, biasanya dalam pemilihan umum, apakah itu Pileg atau Pilpres, ada kecenderungan bahwa yang kalah mudah mengatakan bahwa ada kecurangan, TNI dan Polri juga dituding tidak netral.

Namun pada penyelenggaraan pemilu 2004 dan 2009 lalu, Presiden menilai TNI dan Polri dapat melaksanakan tugasnya dengan baik untuk memastikan pemilu aman dan bersikap netral. “Sejarah telah mencatat saudara dapat mengemban tugas dengan baik. Apapun hasil perolehannya,” kata SBY.

(johara/sir)