Sunday, 17 November 2019

Ganti Dana Reses Rp2,8 Miliar

Anggota DPRD Sibuk Cari Pinjaman

Kamis, 5 Juni 2014 — 14:46 WIB

BOGOR (Pos Kota)  – Sejak sepekan terakhir Kejari Cibinong mengobok-obok dugaan kasus penyelewengan dana reses di DPRD Kabupaten Bogor, membuat sejumlah anggota DPRD setempat  kelimpungan untuk mengembalikan dana reses. Mereka pontang-panting mencari pinjaman bahkan menjual kendaraan pribadinya untuk mengembalikan  dana reses sebesar Rp79,5 juta.

Beberapa anggota dewan mengaku sejak Kejari Cibinong mencari sejumlah barang bukti di setiap fraksi dan Sekretaris Dewan DPRD, mereka berusaha mencari pinjaman. Sebagian di antaranya  meminjam kepada sanak saudara, menjual simpanan tanahnya, bahkan ada yang pinjam uang kepada mertua karena dikejar  tenggat waktu.

“Sejak 16 tahun menikah baru kali pertama ini saya pinjam uang ke mertua. Malu sih, tapi apa boleh buat. Sebab kalau tak cepat-cepat dikembalikan, katanya kita bakal dijebloskan ke bui,” ucap seorang politisi Fraksi Golkar yang menolak namanya disebutkan, Kamis (5/6).

Sedangkan Rifidian Suyadharma, anggota dewan dari Fraksi  PPP menolak berkomentar. “Kalau soal dana reses jangan saya, tanya ke lain saja,” cetusnya.  Wartawan tetap mengejarnya. Artinya anda terlibat penyelewengan dan reses?  Rifidian hanya menggeleng-gelengkan kepala. “No Comment,” ucapnya berulangkali.

Sementara Sadari, anggota dewan dari PKS, mengatakana, meski dia sudah melaksanakan reses sesuai ketentuan dan dana yang diugunakan juga sudah sampai ke masyarakat, namun secara administrasi salah. “Nah, kesalahan administrasi ini membuat saya juga harus megembalikan dana reses. Artinya saya sudah turun ke lapangan, kini diminta mengembalikan dana reses, saya rugi dua kali,” katanya.

Disingung apakah dia akan mempertanyakan Kejari Cibinong, setelah uang resses dikembalikan, Sadari  mengatakan bukan kewenangannya. “Jika undang-undangnya sudah begitu, kita ikuti saja. Masalah ini hanya keteledoran admistrasi saja,” jelasnya.

Sebelum diberitakan Pos Kota  (31/5) sejumlah anggota  DPRD Kabupaten Bogor kini ketar-ketir. Pasalnya  Kejari Cibinong sedang menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana reses  anggota dewan setempat. Diduga, dari 50 anggota dewan, hanya 30 persen yang melakukan reses dengan benar, sedangkan sisanya fiktif.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor mendapat reses tiga kali setiap tahun. Setiap kali reses, setiap anggota mendapat dana reses Rp26,5 juta. Artinya setiap tahun  wakil rakyat ini mendapat dan reses Rp79,5 juta. Jika ditengarai 70 persen dari 50 anggota dewan yang melakukan reses fiktif, artinya dana reses yang diselewengkan sekitar Rp2,8 miliar.

Kasi Intel Kejari Cibinong Wawan Gunawan mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti  daftar absensi, struk pembayaran buat kegiatan dan lain semacamnya. “Kami cukup keropotan pula mengumpulkan barang bukti semacam ini,” akunya.

Meksi demkian pihaknya tak akan pernah  putus asa. “Setelah  memgumpulkan barang bukti dan kita pelajari lagi, baru  kita lakukan pemanggillan,” janjinya. (iwan/yo)

Foto: Ilustrasi