Tuesday, 12 November 2019

Di Kala Dana Negara Cekak, KPU Bisa Hemat Rp.3,2 Triliun

Jumat, 4 Juli 2014 — 6:22 WIB
Goen-3Jul

GARA-gara DPR-nya terlalu berwawasan cetek saat bikin UU Pilpres, KPU dibuat pusing soal pelaksanaan Pilpres. Pasal-pasal di UU tersebut sangat multitafsir, satu putaran atau dua putaran? Beruntung MK sudah men “fatwa”-kan bahwa Pilpres 9 Juli mendatang cukup satu putaran! Di kala keuangan negara cekak, di mana hampir semua lembaga negara dipangkas, keputusan MK menjadi praktis dan ekonomis. KPU pun bisa menghemat dana hingga Rp 3,2 triliun.

UU No 42 Tahun 2008 tentang Pilpres pada pasal 159 ayat 1 menyebutkan, pasangan calon terpilih harus memperoleh suara lebih dari 50 persen, dan harus memperoleh sedikitnya 20 persen suara minimal di separuh provinsi di Indonesia. Itu artinya, jika penyebaran suara tidak diperoleh, harus diselenggarakan putaran kedua meski kandidatnya hanya dua.

Goen-3Jul-475

Hal inilah yang bikin pusing KPU. Mau ditetapkan satu putaran saja, khawatir dianggap menyalahi UU. Beruntunglah ada sekelompok masyarakat yang menggugat pasal itu, dan MK kemarin menetapkan bahwa pilpres tetap satu putaran dengan pemilih terbanyak, meski penyebaran suara tak terpenuhi. Karena pada 9 Juli mendatang, entah Prabowo-Hatta entah Jokowi-Jk, siapa yang terbanyak itulah yang bakal menjadi presiden RI 2014-2019.

Kenapa ketika RUU Pilpres digodog DPR tak mengantisipasinya? Karena memang pemikiran para anggota DPR yang cetek. Dikala demokrasi semakin dibuka, mestinya kemungkinan itu sudah bisa diduga. Tapi itulah, lagi-lagi karena para anggota dewan kita memang banyak yang bukan ahlinya. Mereka jadi anggota DPR sekedar mencari kerja, bukan karena profesionalitas.

Legalah KPU kini. Di samping sudah ada jaminan dari MK, pihaknya juga bisa menghemat dana Pemilu sekitar Rp 3,2 triliun. Dana itu bisa dikembalikan ke pemerintah dan dimanfaatkan untuk pos-pos yang lain, mengingat keuangan Negara kini sedang cekak. Maklum keuangan Negara bocor ke mana-mana, sementara mafia minyak tak bisa diberantas karena melibatkan para pejabat.

Dengan Pilpres satu putaran, Polri juga bisa menghemat anggaran Rp 200 miliar. Sebab ketika semua lembaga diamputasi anggarannya hingga Rp 100 triliun, Polri juga termasuk kena potong tidak sedikit. Pilpres yang hemat, semoga menghasilkan pemimpin yang cermat dan kuat. – gunarso ts

  • Mangap

    Minta pak Prabowo dan Jokowi untuk tandatangan setuju. jadi nantinya tidak ada alasan untuk memasalhkan hal ini jika nantinya kalah di putaran pertama. dan minta agar mereka tanda tangan pemilu damai dan siap menang siap kalah

Terbaru

Bagus Kahfi bersama pemain Timnas Indonesia U19 merayakan gol yang dicetak ke gawang Korea Utara. (instagram official pssi)
Selasa, 12/11/2019 — 9:21 WIB
Bagus Kahfi Bicara Soal Pelatih Timnas U19
Seorang warga selfie di JPO tanpa atap. (guruh)
Selasa, 12/11/2019 — 9:10 WIB
JPO Tanpa Atap, Kayak di New York!