Friday, 22 November 2019

TDL Naik Hingga November 2014

YLKI Nilai PLN Tidak Adil

Sabtu, 12 Juli 2014 — 23:14 WIB
ilusylki

JAKARTA (Pos Kota) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kebijakan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) hingga November 2014 tidak mencerminkan azas keadilan. “Ini tidak adil,” kata Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, kepada Pos Kota, Sabtu (12/7).

Selama ini kenaikan tarif listrik ditujukan kepada pelanggan rumahtangga dengan daya 1.300 VA. Sedangkan pelanggan rumahtangga 450-900 VA tidak pernah disentuh.

Padahal mereka yang menggunakan listrik daya 450-900 tidak semua orang tidak mampu. Buktinya banyak orang mampu yang memiliki rumah kontrakan  menggunakan daya 450-900 VA.

Jika memang kebijakan tarif listrik mau adil, pemerintah harus memberlakukan sistem kuota. Misalnya pelanggan daya 450-900 VA dapat subsidi, jika penggunaannya tidak lebih dari 40 kWh per bulan.

“Kalau penggunaan listriknya lebih dari 40 kWh per bulan, pelanggan tersebut tidak mendapatkan subsidi tarif, meski dayanya 450-900 VA,” jelasnya.

Dengan cara ini, ia menegaskan subsidi tarif yang diberikan tidak salah sasaran. Disamping juga menekan masyarakat tidak boros menggunakan listrik.

Atau mau lebih ekstrem lagi, ia menegaskan pelanggan yang hanya menggunakan listrik 40 kWh per bulan bisa digratiskan. Sedangkan pelanggan lainnya dikenakan tarif keekonomian.

LANGGAR PERPRES

Ditanya kemungkinan kenaikan tarif dasar listrik pelanggan 1.300 VA lebih dari 11 persen hingga November mendatang, ia mengungkap kalau lebih dari angka itu berarti melanggar Peraturan Presiden (Perpres).

Sebab dalam Perpres disebutkan  kenaikan tarif listrik untuk pelanggan 1.300 VA sampai November 2014 rata-rata 11 persen. “Jadi tidak boleh lebih dari angka tersebut,” tandasnya. (setiawan)