Monday, 14 October 2019

Tukang Gerobak Cuti Lebaran, Sampah Menumpuk

Rabu, 30 Juli 2014 — 22:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pasca Lebaran, sebanyak 9.649 petugas kebersihan disiagakan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi menggunungnya sampah ibukota.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Saptastri Ediningtyas, mengungkapkan dari total jumlah petugas kebersihan 10.721 orang, hanya 10 persen yang diberikan cuti Lebaran. Artinya, ada 9.649 petugas  yang siap siaga menangani sampah warga Jakarta mulai dari Tempat Pembuangan Semantara (TPS) ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Bantargebang. “Mereka tetap bertugas menangani sampah dari TPS ke TPA,” kata perempuan yang akrab disapa Tyas, Rabu (30/7).

Mengenai adanya sampah di pemukiman  yang belum terangkut ke TPS, lanjutnya, kondisi itu terjadi karena tukang gerobak sampah yang dikelola swadaya oleh pengurus RT atau RW masih mengambil libur Lebaran.

Pada umumnya, tukang gerobak sampah di pemukiman warga baru aktif kembali melakukan pengangkutan sampah pada H+5 Lebaran. “Jadi kami tetap siap mengangkut sampah dari TPS ke TPA. Sedangkan sampah-sampah yang ada di rumah warga yang belum terangkut dikarenakan tukang gerobak sampah yang dikelola swadaya masih pada liburan. Biasanya H+5, penanganan angkutan sampah normal kembali,” ujarnya.

Namun sejauh ini, Tyas menegaskan secara umum penanganan sampah di Jakarta selama libur hari raya, tetap tertangani dengan baik.

Adapun dari data yang diperoleh selama Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Dinas Kebersihan DKI Jakarta mencatat volume sampah di Jakarta menurun. Berdasarkan data yang ada, volume sampah selama Ramadhan, rata-rata mencapai 5.800 ton per hari. Jumlah ini meningkat sedikit dibandingkan hari biasa sebelum Ramadan yang hanya 5.600an ton.

Sedangkan puncak peningkatan volume sampah akan terjadi seusai Lebaran. Diperkirakan pada H+4 hingga H+6 Lebaran, volume sampah akan mencapai sekitar 6.500 ton hingga 6.800 ton.(guruh)