Wednesday, 23 October 2019

Selama Libur Lebaran, 4 Warga Tewas Terseret Ombak Selatan

Senin, 4 Agustus 2014 — 11:22 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

BANDUNG (Pos Kota) – Selama libur lebaran empat warga tewas ditelan ombak di objek wisata pantai Garut Selatan. Korban tewas akibat terseret ombak yang muncul secara tiba tiba saat para korban sedang asyik bermain di pantai. “Ombak besar di Garut Selatan munculnya tiba tiba dan itu yang membahayakan,“ tandas Kapolres Garut AKBP Arif Rachman, Senin (4/8).

Dia menjelaskan, korban tewas Ceceng bin Nandang,18, tenggelam di Pantai Karang Papak, Cikelet, Garut. Setelah tiga hari mayat korban baru berhasil ditemukan di Pantai Cijayanti, Ciadaun, Cianjur Selatan. “Korban terseret puluhan Kilometer.”

Korban lainya, Budi Haryono,37, warga Ciparay, Kabupaten Badung. Korban ini ditemukan tewas di sungai Cilayu, Caringin, Garut Selatan.

Sementara dua korban lainya ibu dan anak warga Parongpong, Kabupaten Bandug Barat. Keduanyu terseret ombak Minggu (3/8) sore. Nonoh Hariati,40, dan anaknya Tri Fitriani,12, digulung ombak di pantai Rancabuaya. “Kedua korban diseret ombak saat menikmati keindahan pantai Garut Selatan,“ tandasnya.

Kapolres mengakui, objek wisata pantai Garut Selatan tergolong indah dan masih perawan namun cukup membahayakan. Ombak di sana terkadang muncul dalam kondisi pantai sedang aman. Paling tidak lanjutnya, ada tujuh kecamatan yang memiliki potensi wisata bagus namun pengunjung harus waspada dan dilarang berenang dipantai tersebut.

Tujuh objek wisata terletak di Kecamatan Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Pakenjeng, Mekarmukti, Bungbulang, dan wisata di daerah kecamatan Caringin. “Pengunjung harus waspada, ombak tinggi dan besar datangnya mendadak meski kondisi laut sedang surut,“ pungkasnya.
(dono/sir)