Friday, 15 November 2019

Relawan Apresiasi Jokowi-JK Libatkan Kau Muda di Rumah Transisi

Senin, 4 Agustus 2014 — 23:00 WIB
Jokowi dan Jusuf Kalla

Jokowi dan Jusuf Kalla

JAKARTA (Pos Kota) –  Barisan Relawan (Bara) Jalan Perubahan apresiasai  kaum muda dilibatkan dalam Rumah Transisi Jokowi-JK.

“Kami mengapresiasi langkah Jokowi-JK mempersiapkan Kabinet dan Program Strategisnya untuk bisa dikerjakan pembantunya nanti, terlebih melibatkan kaum muda seperti mas Andi Wijayanto dan Hasto,” kata Ketua Presidium Bara Jalan Perubahan, Gideon Wijaya Ketaren (GWK), Senin, (4/8).

Akan lebih elegan lagi, papar GWK,  jika ada utusan relawan yang murni, tidak berafiliasi ke partai pendukung. “Seperti Sabar Mangadoe, Sihol Manulang, Boni Hargens dan lainnya yang sudah terbukti atas desakan mereka melalui Bara Jalan Perubahan mencalonkan Jokowi sebagai capres sebelum pileg sejak pertengahan tahun lalu,” katanya.

GWK mengatakan, BARA Jalan Perubahan yang dalam diskusi internal hari ini,  juga sepakat mendukung ide Revolusi Mental yang digagas Jokowi mampu mengembalikan Indonesia pada “On The Track” cita-cita The Founding Fathers.

“Konsep pendidikan dalam strategi nasional baik RPJP mau pun RPJM harus diproyeksikan untuk  membentuk manusia Indonesia yang berkarakter positif, inovatif, kreatif, dan mampu bekerjasama,” katanta.

Karakter tersebut, lanjut GWK,  harus mendominasi pendidikan dasar menengah. Adapun di Perguruan Tinggi (PT) harus diperkuat dengan budaya riset, inovasi, dan entrepreneur berbasis sains dan teknologi degan pemahaman utama terhadap wawasan “marine and Agro state”.

GWK mengatakan, agar potensi pertanian dan lautnya yang merupakan “Anugerah Terindah Sang Pencipta Bagi Nusantara” ini menjadi dasar kecintaan mereka dalam kreativitas risetnya nantinya.

“Hal ini harus dikemas dalam kesatuan sistem inovasi nasional atau sistem riset nasional mencakup seluruh komponen riset pemerintah dan swasta”, jelaskan Togi Sirait, yang juga  presidium Bara Jalan Perubahan menambahkan.

Ketua Presidium Bara Jalan Perubahan, Sabar Mangadoe mengatakan, Bara Jalan Perubahan mendorong keberadaan pendidikan tinggi harus berada dalam Kementrian Pendidikan Tinggi Dan Sains. “Bukan menambah kementrian tapi mensinergikan Kementrian Ristek plus Dikti untuk dilebur menjadi satu strategi nasional. Adapun pembangunan karakter berada pada Kementrian Pendidikan Dasar Berkebudayaan, demikian ujar Sabar Mangadoe. (rizal)

  • neymar kristanto

    ini salah satu bentuk pencitraan dari jokowi. padahal sih dia sadar betul akan kalah di MK

    • Eko Yuniarto

      kita lihat saja nanti