Thursday, 14 November 2019

Mantan Gubernur Papua Ditetapkan KPK Tersangka

Selasa, 5 Agustus 2014 — 20:23 WIB
suebu1

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu,  tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan Detailing Engineering Design (DED) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberamo, Papua, tahun anggaran 2009 dan 2010.

“Setelah melakukan penyelidikan dan kemudian dilakukan gelar perkara pada waktu yang lalu, penyidik telah menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup, yang kemudian disimpulkan bahwa diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam kaitan dengan pengadaan DED di PLTA Sungai Mamberamo, Papua, tahun anggaran 2009 dan 2010, yang kemudian menetapkan BS selaku tersangka. BS ini adalah Gubernur Papua tahun 2006-2011,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, dalam jumpa pers di kantornya, Jl. HR Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/8) petang.

Selain  Barnabas Suebu, KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yakni bekas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Jannes Johan Karubaba dan Direktur Utama PT Konsultan Pembangunan Irian Jaya (PT KPIJ), Lamusi Didi.

Johan menerangkan, diduga dalam kasus ini ada modus penyalahgunaan kewenangan yang kemudian menyebabkan kerugian negara. “Kemudian juga ada dugaan mark up nilai proyek,” paparnya.

Atas itu, semua tersangka, kata Johan, disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana. Mereka pun terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Adapun, nilai proyek 2009 dan 2010 DED itu, menurut Johan, sekitar Rp56 miliar. Sementara kerugian negara yang bisa disimpulkan saat ini sekitar Rp36 miliar. “Tentu ini masih dikembangkan,” tuntasnya. (yulian

Foto: Istimewa