Monday, 21 October 2019

Mustinya Kumpulkan Amal, kok, Malah Koleksi ‘Celdam’

Jumat, 22 Agustus 2014 — 1:41 WIB
Dia-22Agus

SEBAGAI  guru ngaji, mestinya Rosyid, 49, rajin mengumpulkan amal. Tapi karena punya kelainan seks, justru hobinya “ustadz” ini malah mengoleksi celana dalam wanita. Kaum ibupun marah, sehingga Rosyid nyaris digebuki massa. Untung pemilik toko pakaian berhasil menyelamatkannya.

Celdam meski harganya tak seberapa, tapi sangat dibutuhkan kaum adam dan hawa. Bayangkan jika tak mengenakan “segitiga pengaman” itu, rasanya jadi isis kan, padahal ISIS kini sedang dicurigai orang di mana-mana. Makanya piilih mana sekarang? Isis yang beresiko masuk angin dan harus kerokan, atau ISIS yang beresiko dicabut hak kewarganegaraannya?

Para kaum ibu warga Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamekasan (Madura) belakangan sering mengeluh. Bukan karena harga-harga sembako naik, tapi karena kehilangan barang sepele tapi bisa bikin berabe. Benda tersebut ternyata celana dalam. Itu memang barang sepele, kan, karena harganya cukup murah. Tapi menjadi berabe, menakala mau ganti mendadak barang tersebut tidak ada. Jadi isis kan? Dan itulah “penderitaan” warga Tlagah berikut jajarannya.

Siapa sebetulnya yang jadi alap-alap celdam wanita itu? Kala itu belum begitu jelas. Yang diketahui warga, asalkan Rosyid melintas di halaman rumah mereka, sore harinya terasa bahwa ada sepotong celdam yang hilang dari jemuran. Mau menuduh Rosyid tidak enak. Dia kan sosok terhormat di kampung itu, karena profesinya adalah guru ngaji bagi anak-anak mereka. “Masak, guru ngaji kok nyolong celdam. Kalau mau koleksi amal dong, bukan celdam,” kata warga.

Gara-gara menyandang predikat “ustadz” tersebut, praktek colong celdam Rosyid menjadi lebih legimitid. Warga tak berani menuduh pak ustdaz jadi alap-alap celdam wanita. Padahal, dugaan itu tidak terlalu mengada-ada, sebab di almari baju Rosyid memang banyak tersimpan celdan wanita, baik yang masih baru maupun sudah “meka” alias warna putih yang sudah memudar.

Tak hanya warga Desa Tlagah, seorang pemilik toko pakaian warga Dusun Sumber Waru, Desa Pamoroh, di Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan, juga mengalami hal serupa. Asal “ustadz” Rosyid main ke tokonya, tahu-tahu sejumlah celdam dagangannya raib tanpa bekas. Dan beberapa hari lalu, sang pemilik itu melihat langsung bagaimana Rosyid mengamankan sejumlah celdam dari tokonya.

“Maling!” kata pemilik toko secara reflek. Mendengar kalimat pendek menyengat itu, sejumlah orang segera mendekati Rosyid untuk mengeroyok dan memukuli. Untung saja sang pemilik toko segera melarangnya. Jangan main hakim sendiri, sehingga kasus Rosyid itu diserahkan ke Polres Pamekasan.

Dalam pemeriksaan diketahui, ternyata Rosyid memang sering mencuri celdam para kaum hawa, sehingga di kamar rumahnya banyak ditemukan “segitiga pengaman” tersebut. Sayang, apa motif sebenarnya kelakuan Rosyid ini belum terungkap. Maka warga pun terheran-heran, seorang ustadz kan mustinya banyak mengumpulkan amal, lha kok ini malah celdam. Buat jimat, ngkali?

Jangan-jangan buat obat jerawatan, tuh! (BJ/Gunarso TS)

Terbaru

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan. (firda)
Senin, 21/10/2019 — 11:30 WIB
Polisi Terjunkan 1500 Personel Kawal Demo Mahasiswa
Mahfud MD.
Senin, 21/10/2019 — 11:13 WIB
Banyak Bicara Hukum & HAM
Belum Tau Jadi Menteri Apa, Mahfud: Saya Diminta Membantu Beliau
istana negara
Senin, 21/10/2019 — 10:38 WIB
Ada Mahfud MD dan Nadiem Makarim
Sejumlah Calon Menteri Dipanggil ke Istana Negara