Wednesday, 23 October 2019

Pemerintah Diminta Serius Usut Kematian Gajah di Aceh

Selasa, 9 September 2014 — 17:39 WIB
gajah3

JAKARTA – Ditemukannya tiga bangkai  gajah di Aceh  6-7 September 2014  menambah catatan kasus kematian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Indonesia. Sedikitnya 90 gajah Sumatera mati di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau dan Lampung, antara tahun 2012-2014. Dari semua kasus kematian  tersebut, belum ada yang berhasil dibawa ke pengadilan.

Untuk itu WWF-Indonesia mendesak pemerintah dan penegak hukum  menuntaskan penyelidikan atas semua kasus kematian satwa ini hingga ke meja hijau.

Kasus  terbaru, seekor gajah jantan berusia 20 tahun ditemukan mati di Kabupaten Aceh Jaya, dan 2 gajah – yang belum teridentifikasi jenis kelamin dan usianya – di Kabupaten Aceh Timur. Ketiga bangkai gajah tersebut ditemukan dengan kondisi mengenaskan tanpa gading. Kasus ini sudah ditangani oleh Polres Aceh Jaya dan Polres Aceh Timur dengan berkoordinasi bersama BKSDA Aceh.

Dede Suhendra, Project Leader WWF-Indonesia di Aceh, mengatakan, “WWF sangat menyesalkan terulangnya kasus kematian gajah di Aceh. Sejak tahun 2012 hingga 2014, ada setidaknya 31  gajah mati di Aceh yang sebagian besar patut diduga terkait dengan perburuan gading.

” Dede juga menambahkan, “WWF berharap bahwa selain upaya yang kini sedang dilakukan, BKSDA Aceh juga dapat mendorong terbangunnya koordinasi strategis dengan Pemda, Pemkab dan penegak hukum untuk penanganan kasus kematian gajah di Aceh, terutama terkait dengan isu perburuan, sehingga kasus ini dapat dan layak untuk diperkarakan di pengadilan.”

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Workshop Forum Gajah dan Kemenhut di Bogor awal tahun 2014, estimasi populasi gajah Sumatera di alam liar diperkirakan tinggal 1.724 individu. Populasi tersebut terus menurun akibat fragmentasi habitat, konflik manusia dengan satwa, perburuan dan perdagangan ilegal. Sejak tahun 2012, kasus kematian gajah di Aceh tercatat di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Timur, Aceh Utara dan Bireuen. (B)

 

Foto ilustrasi