Saturday, 19 October 2019

PDI-P Tolak Pengadaan Mercy

Menteri Kalau Perlu Naik Mobil Kijang

Rabu, 10 September 2014 — 20:30 WIB
mercedez

JAKARTA (Pos kota) – Mobil Mercedes-Benz  untuk menteri pada pemerintahan Jokowi-JK dengan tegas ditolak . DPP PDIP  karena dinilai terlalu mewah  dan mobil sebelumnya  masih bisa dipakai‎. Bahkan jika perlu, mobil Toyota Kijang yang lebih murah juga tak masalah.

“‎Saya kira mobil yang lama masih cukup mewah. Cukup layak dipakai, dan bisa digunakan. Apalagi kabinet Jokowi adalah kabinet kerja bukan kabinet terkesan mewah, maka kabinet harus turun ke bawah, bergaul dengan masyarakat luas. Masalah mobil saya kira tidak ada masalah. Kalau perlu pakai Kijang pun tidak ada masalah,” tegas Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (10/9).

Karena itu dia meminta pengadaan Mercy  dibatalkan karena tidak sesuai dengan prinsip egaliterianisme-tidak merakyat, yang harus dijunjung tinggi  pejabat. “Biaya mobil mewah bisa dialihkan ke hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Maka pengadaan Mercy harus dibatalkan. Lebih baik mobil yang sudah lelang itu bisa dibatalkan, cost (biaya) untuk hal-hal lain lebih manfaat untuk kepentingan masyarakat,” ‎ujar Tjahjo.

Dengan demikian, DPP PDIP dengan tegas menolak pengadaan mobil mewah untuk pejabat pemerintahan Jokowi ke depan.Tapi, sebelumnya Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalalahi menyatakan hasil lelang pengadaan mobil tersebut tidak bisa dibatalkan.

“Bagi saya mobil mewah itu tidak perlu untuk pemerintahan Jokowi-JK. Untuk apa mobil mewah walaupun pihak Setneg mengatakan bahwa lima tahun nilai mobilnya sudah nol? Saya kira sudah ada instruksi dari Setneg untuk menarik semua mobil dinas itu,” tambah Tjahjo. (rizal)