Tuesday, 22 October 2019

Stop Konflik, Stop Manufer Elite, Hemat Anggaran Negara !

Senin, 15 September 2014 — 1:28 WIB
Dms-15Sept

ARGUMEN paling menonjol dari penggagas mengembalikan Pilkada ke sidang DPRD adalah menghemat anggaran negara triliunan rupiah. Padahal ada cara hemat anggaran paling manjur : Stop konflik elite! Jangan ribut!Yang sudah kalah terima kalah, yang menang biarkan bekerja. Jangan ribut. Itu saja. Triliunan rupiah duit negara akan dihemat.

Mari awasi bersama-sama pemerintahan terpilih untuk bekerja. Musuh negara adalah korupsi, terorisme dan narkoba. Kita fokus ke sana saja. Perkuat KPK, Densus 88 dan BNN. Kalau ada pejabat ketangkap karena korupsi, kandangkan. Ada teroris, “Suka-bumi”-kan. Ada bandar narkoba hukum mati. Mau asalnya dari partai berkuasa, mau oposisi sama saja. Pelanggara hukum masuk bui.

Dms-15Sept-475

Tapi, jika manufer politik terus dilakukan, seperti sekarang, akal-akalan diutamakan, maka negara akan dirongrong konflik elit politisi tiada henti. Rakyat jadi korban. Rakyat cuma diatas-namakan. Dengan segala cara politisi akan mengganjal program pemerintah terpilih. Segala alasan dipaparkan. Dan makin lama makin ngawur.

Kalau menghemat anggaran tujuannya, lakukan yang paling ektrim. Cabut total subsidi BBM. Ada Rp. 300 Triliun yang bisa dihemat. Bukan hanya Rp.35 triliun dari wacana pemindahan Pilkada langsung menjadi Pilkada ala DPRD. Cabut subsidi kesehatan, subsidi pendidikan. Sekolah bayar sendiri, serahkan kepada pasar bebas. Triliunan rupiah duit negara bisa dihemat.

Tapi bukan tujuan itu kita bernegara. Negara dibangun untuk mensejahterakan rakyat. Mensubsidi rakyat yang tak mampu, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, adalah tugas negara, sehingga ada kartu pintar dan kartu sehat untuk semua.

Pemilihan langsung para pemimpin, tidak lewat perwakilan adalah bagian dari proses pendidikan politik rakyat. Agar rakyat bertanggung-jawab atas pilihannya. Jika ada pemborosan dan penyimpangan, perbaiki. Bukan dihapus.

Udah deh. Rakyat sebenarnya sudah tahu, kok, motif di balik ini semua?!  Nggak usah tipu-tipu. Rakyat udah pintar. – dimas.

Terbaru

Satpol PP Kecamatan Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Inbox
	x
Rachmi Siregar
	
Attachments7:39 PM (3 hours ago)
	
	
to harianposkota, me
TAMBORA (Pos Kota) - Jajaran Satpol Pamong Praja (PP) Kecamatan Tambora, Jakarta Barat sejak dua bulan terakhir menggenjot patroli wilayah dengan bersepeda.

"Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Jakarta Barat, kami mentradisikan bike for work (sepeda untuk bekerja)," kata Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro saat pantauan wilayah bersama tim, Selasa (22/10/2019).

Selain mengoptimalkan monitoring wilayah lanjut Ivand, dengan bersepeda bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Termasuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang sebagian besar disebabkan dari maraknya penggunaan kendaraan pribadi.

Menurut Ivand, patroli bersepeda dilaksanakan rutin setiap hari kecuali Sabtu. Di mulai dari pukul 08.00-11.00 WIB. Sedangkan, patroli sore mulai pukul 14.00-16.00 WIB. Sementara anggota satpol PP yang berpatroli berjumlah 4-6 personil. 

Patroli bersepeda difokuskan pada sterilisasi pedestrian atau trotoar jalan yang dipakai untuk berdagang. "Target kami adalah sterilisasi trotoar dari pedagang kaki lima, parkir liar, dan penempatan barang dagangan pemilik toko dan ruko," terangnya.

Saat tengah patroli bersepeda di ruas Jalan Tubagus Angke dan Jalan Prof. Latumenten, petugas gabungan satpol PP dan Satpel Sudin Perhubungan Kecamatan Tambora menderek satu mobil yang diparkir di bahu jalan. Serta mencabut pentil satu mobil lainnya, menghalau tujuh pedagang kaki-5 dan memberi sosialisasi kepada pedagang agar tidak berjualan di trotoar. (Rachmi)

Teks foto:
Kasatpol PP Kecamatan Tambora, Ivand Sigiro bersama jajaran berpatroli ke wilayah dengan bersepeda. (Rachmi)
Rabu, 23/10/2019 — 2:25 WIB
Satpol PP Tambora Pacu Patroli Bersepeda
Juru bicara KPK, Febri Diansyah.  (julian)
Selasa, 22/10/2019 — 22:31 WIB
KPK akan Hadapi Gugatan Praperadilan Imam Nahrowi
Arminsyah,  Wakil Jaksa Agung yang ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung.
Selasa, 22/10/2019 — 21:01 WIB
Jokowi Tunjuk Arminsyah Jadi Plt Jaksa Agung