Monday, 21 October 2019

Ahok Ancam Pelaku Distafkan

Ombudsman Temukan Pungli Rp 1,2 Miliar

Kamis, 18 September 2014 — 8:34 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pungutan liar (pungli) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bagai karat yang susah dihapus. Meski di zaman yang serba transparan, tetapi   Ombudsman RI  menemukan dugaan penyelewengan untuk mengurus surat keterangan domisili perusahaan mencapai Rp1,2 miliar.

Melihat fakta ini Wakil Gubernur  Ahok mengancam  menstafkan pejabat yang terlibat pungli. “Saya tidak akan melindungi aparat dan pejabat tukang pungli,” tegasnya di Balaikota.

Ahok mengaku sudah mendapatkan sejumlah nama pejabat yang diduga memungli warga saat memproses perizinan usaha kecil menengah (UKM). “Sudah lihat laporannya, ya sudah kalau ketahuan copot-copotin aja jadi staf,” tandasnya.

Di masa datang,  Ahok mengupayakan terbentuknya Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP). Sistem ini diupayakan akan dilaksanakan mulai Januari 2015.

SEKDA MALU

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengaku malu melihat 30 paparan dari Ombudsman terkait pelayanan terhadap masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang diduga ada penyalahgunaan berada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP).

Padahal, kata dia, pihaknya saat ini sedang bebenah dalam pelayanan terhadap masyarakat yaitu dengan membentuk BPTSP. Dengan demikian,  dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota,  dan provinsi akan ada BPTSP.

Saefullah  meminta SKPD tidak terpengaruh terhadap godaan masyarakat yang ingin melakukan proses perizinan. Karena kebanyakan dari laporan Ombudsman, SKPD  banyak tergoda dengan uang. “Saya berharap teman-teman mengatakan tidak untuk rayuan pertama, kedua, dan ketiga,” ucapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah pungli  yang ditemukan Ombudsman mencapai Rp1,2 miliar. Pungli itu didapat dari pengusaha yang mengurus perizinan.

Ketua Ombudsman RI, Danang Girindrawardana, mengatakan  pengurusan perizinan usaha di KUMKMP sangatlah rawan dari pungli. Pungutan yang diminta variatif  dari Rp 500.000 sampai Rp2 juta. (guruh)

  • untung

    ada baiknya foto Ahok dipajang disetiap tempat utk mengingatkan mereka ,selain yg mau coba 2 menyuap