Tuesday, 19 November 2019

Setelah Bupati Ade Menjadi Tersangka

Sumedang Terancam Tak Bertuan

Jumat, 19 September 2014 — 11:30 WIB
kantor-bupati-sumedang

BANDUNG (Pos Kota) – Pemda Kabupaten Sumedang terancam tak bertuan setelah Bupati Ade Irawan jadi tersangka kasus dugaan korupsi  biaya perjalan dinas anggota DPRD Cimahi Rp1,7 miliar. Tim Penyidik Kejati Jawa Barat segera memeriksa Bupati Ade.

“Secepatnya kami periksa,“ kata Kasi Pidsus Kejati Jabar Heru Wijatmiko, Jumat (19/7). Dijelaskan, dugaan korupsi Bupati Sumedang muncul ketika dia menjabat Kedua DPRD Cimahi. “Kerugian negara Rp1,7 miliar. Dana tersebut diambil dari biaya perjalanan dinas tahun anggaran 2011,“ jelasnya.

Menurut Heru Wijatmiko, setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan, pihaknya masih mengatur waktu dan berkoordinasi dengan ketua tim. Ditegaskan, untuk pejabat setingkat Bupati berdasarkan surat edaran Mahkamah Agung (MA), tidak memerlukan izin dari Presiden. Karena itu, kasus Bupati Sumedang akan segera ditindaklanjuti.

TAK BERTUAN

Maman, seorang PNS Kabupaten Sumedang menjelaskan, posisi Bupati Sumedang bakal kosong bila ditinggalkan Ade Irawan. Masalahnya Wakil Bupati Sumedang belum ada, sejak ditringgal Ade menjadi bupati.

“Dulu kan Pak Ade jadi Wakil Bupati, setelah dia naik menggantikan Bupati Endang yang yang meninggal, Wakil Bupati kosong hingga sekarang,” katanya.

Bila nanti ditinggal Ade Irawan lagi, maka Pemkab Sumedang terancam seperti wilayah tak bertuan. “Yah, gaimana lagi, bupati meninggal, wakilnya setelah jadi bupati malah jadi tersangka. Pemda kami tidak bertuan. Nggak tau bosnya siapa nanti,“ ujar Maman. (dono/ds)

  • untung

    kapan pilkada Sumedang dilaksanakan ?jika tdk bareng 2 mending sekarang dipilih sementara saja oleh dprd dengan perjanjian dia tdk boleh ikut pilkada,nah nanti pilkada Sumedang dilaksanakan serentak secara masal dgn pilkada yg lain