Wednesday, 23 October 2019

Pemerintahkan Pertimbangkan Permohonan Tiongkok Hapus Bea Keluar Sawit

Minggu, 21 September 2014 — 9:22 WIB
Perkebunan kelapa sawit. (ist)

Perkebunan kelapa sawit. (ist)

JAKARTA (Pos Kota)-Pemerintah akan mempertimbangkan permohonan Tiongkok akan penghapusan bea keluar sawit. Permohonan tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti dalam pertemuannya dengan sejumlah pengusaha kelapa sawit – crude palm oil (CPO) dan turunanya di Shanghai, Tiongkok.

“Pemerintah akan mempertimbangkan permohonan penghapusan bea keluar CPO. Namun, harus mempertimbangkan kepentingan Indonesia,”kata Bayu dalam keterangan persnya.

Sebab itu, Wamendag meminta Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meningkatkan komunikasi yang intensif dengan para pelaku industri kelapa sawit Tiongkok.

Selain membicarakan sawit, pertemuan berlangsung tertutup itu juga membicarakan sejumlah isu penting dibicarakan untuk
membangun kerjasama industri kelapa sawit kedua negara. Salah satunya, permintaan penghapusan bea keluar.

Sementara itu, pelaku industri kelapa sawit Tiongkok berharap penghapusan itu dapat mengurangi dan mencegah persaingan tidak sehat di antara para pengusaha industri kelapa sawit di Tiongkok yang ingin bekerjasama dengan Indonesia.

“Pemerintah Indonesia memperhatikan berbagai faktor yang terjadi dalam industri kelapa sawit dengan mitra kerjasamanya dan mendorong industri kelapa sawit untuk dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga Indonesia,” ujar Bayu.

Labih jauh dikatakan Bayu, bagi Indonesia, Tiongkok merupakan importir kelapa sawit terbesar ketiga setelah India dan Uni Eropa. Karena itu, Indonesia optimis pertemuan ini bisa menciptakan terobosan penting guna menggenjot ekspor kelapa sawit ke negeri Tirai Bambu ini.

“Sejauh ini tren para pelaku usaha kelapa sawit masih positif untuk meningkat,”tandas Wamendag.

(lina/sir)