Tuesday, 22 October 2019

Ancaman S Jago Merah

Jumat, 26 September 2014 — 6:21 WIB

KEBAKARAN menjadi salah satu ancaman serius yang dihadapi warga DKI Jakarta selain banjir. Semua lokasi berpotensi dilalap si jago merah, baik permukiman, kantor, pasar, pabrik dan lainnya. Api bukan hanya meluluhlantakkan bangunan, tapi juga merenggut nyawa. Hampir setiap hari terjadi kebakaran besar di Ibukota, terutama di musim kemarau.

Dalam sehari kemarin, Kamis (25/9) terjadi tiga kebakaran. Kobaran api menghanguskan 22 rumah di permukiman padat kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Kejadian lainnya, gedung kantor pelayanan haji dan umroh di Mampang, Jakarta Selatan, juga ludes. Di Jakarta Utara, pabrik garmen dimangsa api menyebabkan dua karyawan tewas terpanggang. Sehari sebelumnya, puluhan rumah dan lapak pedagang di dekat Pasar Gembrong, Jakarta Timur, juga tinggal puing.

Data di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI, sejak Januari hingga 25 September 2014 terjadi 764 kebakaran. Korban yang meninggal dunia 10 orang, luka-luka 34 orang dan kerugian material mencapai Rp266 miliar lebih. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Jakarta Barat merupakan wilayah yang paling sering dilanda kebakaran karena banyak permukiman padat.

Hasil penyelidikan petugas, beberapa faktor penyebab kebakaran antara lain korsleting listrik, ledakan kompor dan tabung gas serta penyebab lainnya. Yang paling sering terjadi adalah korsleting listrik yaitu 485 kasus. Listrik di permukiman padat rawan terjadi korslet karena sebagian warga kerap sembrono, membiarkan kabel telanjang dan menjuntai, atau beban stop kontak yang berlebihan.

Suhu yang tinggi juga berpotensi memicu kebakaran. Belakangan ini temperatur di Jakarta terasa panas. Data di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini memasuki musim kemarau dan suhu di Jakarta mencapai 36 Celcius, padahal normalnya 33 derajat Celcius. Panasnya suhu belakangan ini membuat Bendung Katulampa di Bogor mencapai titik nol alias kering. Tahun lalu saat musim kemarau suhu panas pernah mencapai 37 derajat Celcius.

Kebakaran akan terus mengancam warga bila tidak dilakukan pencegahan dini, terlebih pada musim kemarau ini. Pemprov DKI harus melakukan langkah preventif. Sosialisasi rutin wajib dilakukan melibatkan aparat hingga tingkat RT/RW. Masyarakat harus diberi pembekalan soal antisipasi kebakaran. Mulai dari soal listrik, kompor gas, tidak membakar sampah sembarangan dan lainnya. Selain itu, razia rutin di permukiman atau pasar juga patut digelar untuk mengantisipasi pencurian listrik yang kerap menjadi pemicu korsleting.**