Friday, 18 October 2019

Warga Minta Kali Cipinang Dinormalisasi

Senin, 29 September 2014 — 15:06 WIB
kalicipinang1211

MAKASAR (Pos Kota) – Wilayahnya kerap banjir, ratusan warga bantaran Kali Cipinang, Halim Perdana Kusuma, Makasar, Jakarta Timur, mendesak Pemprov DKI menormalisasi Kali Cipinang. Mereka siap mengikhlaskan lahannya agar proses normalisasi bisa berjalan.

Ketua RT 10/7 Halim Perdana Kusuma,  Komarul mengatakan, warga sudah lama mengusulkan agar Kali Cipinang dokeruk. Sebab setiap hujan deras, wilayah ini kerap kebanjiran akibat luapan kali tersebut. “Waktu itu ditahun 2013 sudah dilakukan sosialisasi namun sampai sekrang belum ada tindaklanjutnya,” katanya, Senin (29/9).

Menanggapi hal tersebut, Lurah Halim Perdana Kusuma, Yuswil Rasyid mengatakan, Kali Cipinang memang harus dinormalisasi. Sebab setiap hujan menjadi langganan banjir di RW 05, 07 dan 08 yang ketinggian genangan mencapai 175 sentimeter, dan berlangsung lebih dari 20 tahun.

“Dulu kami sudah minta agar Kali Cipinang ini dipasangi turap seperti di Makasar. Namun Dinas PU DKI tidak memberikan dengan alasan khawatir trasenya berbeda. Makanya kami juga minta agar Tata Ruang membuatkan trase di wilayah kami, terutama di bantaran Kali Cipinang,” ujar Yuswil.

Menurutnya, saat Jokowi baru menjabat gubernur DKI, warga sudah membuat surat pernyataan yang isinya meminta agar Kali Cipinang dilakukan normalisasi. Surat yang ditandatangani warga ini ditembuskan ke Dinas PU DKI. Namun sayangnya, hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya. “Untuk proses tersebut pun, warga sudah bersedia menjual tanahnya,” tutur Yuswil.

Dipaparkannya, sebagian besar surat kepemilikan tanah yang ada di bantaran Kali Cipinang ini adalah girik dan AJB (akta jual beli). Sedangkan harga nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan ini rata-rata Rp 1,5 juta.

Untuk jumlah rumah, di wilayah RW 07, bantaran Kali Cipinang banyak terdapat lahan kosong, hanya ada sekitar 4 rumah warga. Sementara di RW 05, ada 100 lebih rumah warga yang permanen dan perlu dibebaskan jika akan dilakukan normalisasi. Lain lagi dengan di kawasan RW 07 terdapat sekitar 45 rumah.

Terkait hal tersebut, staf P2T (panitia pengadaan tanah) Jakarta Timur, Rudy, mengatakan hingga saat ini belum ada program normalisasi kali Cipinang di kawasan Halim. Program itu hanya dilakukan di kelurahan Makasar. “Karena masalah anggaran, program normalisasi di wilayah Halim tidak ada,” tegasnya. (Ifand)