Friday, 06 December 2019

Jokowi Harus Melayani Rakyat Selama 5 Tahun ke Depan

Selasa, 7 Oktober 2014 — 10:59 WIB
Presiden terpilih Jokowi. (yogi)

Presiden terpilih Jokowi. (yogi)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden terpilih Joko Widodo diingatkan agar tidak kompromi dengan Koalisi Merah Putih (KMP), dan lebih konsentrasi melayani rakyat selama 5 tahun ke depan. Hal itu disampaikan Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia untuk Presiden terpilih, dalam  diskus di kawasan Jakarta, kemarin.
Hadir Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Rohaniawan Katolik Benny Susetyo, Koalisi LSM Anti Utang Dani Setiawan, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Hendrik Siregar, Koordinator Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampow, dan Direktur The Institute for Ecosoc Rights Sri Palupi.
“Sebaiknya Jokowi ke depan lebih menfokuskan pemerintahan yang bersih, dan program yang ditawarkan adalah pro masyarakat, dan menjadikan laut sebagai basis ekonomi yang akan datang,” kata  Ray Rangkuti.
Dalam kesempatan itu  Ray mengkritik,  pemilihan pimpinan parlemen yang memiliki posisi penting, namun tidak berdasarkan pertimbangan kapasitas pimpinan DPR tersebut. Sebaliknya, pertimbangan yang dilakukan kompromi dan bagi-bagi jabatan.
“Kita sayangkan dengan terpilihnya Setya Novanto menjadi Ketua DPR, padahal beberapa kali dia dipanggil baik dalam kasus korupsi PON Riau, e-KTP, dan kasus korupsi lainnya, tapi ini tidak menjadi pertimbangan bagi KMP,” papar Ray.
Menurutnya, ini konsilidasi KMP menghadapi proses hukum dimasa yang akan datang, dengan beberapa pimpinan DPR terjerembab dalam persoalan hukum ke depannya.  “Jokowi sudah selayaknya tidak melakukan tawar menawar, tapi sekarang ini lebih pada program pro rakyat, anti mafia, dan anti korupsi, dan rakyat akan dibelakang anda,” tegas Ray.
Ray pun mengingkatkan, agar KMP yang dikoordinir partai Partai Golkar, Gerindra, PAN, PKS dan PPP agar tidak melakukan penjegalan terhadap Jokowi dengan melabrak konstitusi.  “Kalau tidak konstitusional Pak Jokowi tidak akan bisa dijegal di masa yang akan datang.”
Ray menegaskan, upaya menjegal pasangan Jokowi-JK yang akan dilakukan KMP maka akan mendapat perlawanan dari rakyat.  “Kalau Jokowi mengandalkan partai atau koalisi akan dibohongi, kalau mendekat kepada rakyat maka rakyat akan membela. Kita akan lihat sehebat apa KMP mengganggu,” paparnya. (rizal/yo)
  • suwiryo

    penjilat itu ngomongnya ada saja, nanti kalau tahu ndak dapat jabatan baru ngritik

    • yudirian

      Benar itu….banyak omong kita lihat nanti…karna flim belum dimulai…