Wednesday, 16 October 2019

Bu Guru yang Paling Berani Mesum di Ruang Kerja Suami

Rabu, 8 Oktober 2014 — 6:19 WIB
Dia-8Okt

BOLEH jadi Bu Guru Ny. Sakeh, 35, ini jadi wanita paling berani se Kabupaten Karangasem, Bali. Hotel seabrek-abrek di Pulau Dewata, tapi dia justru membawa PIL-nya ke ruang kerja suami. Akibatnya, saat Bu Guru sedang “ketanggungan” dengan Wayan, 43, dipergoki anak sendiri. Kacau dah ini urusan.

Jadi guru honorer K2 (kategori 2) jelas penghasilannya belum menentu, karena itu tergantung kebijakan Kepala Sekolah. Maunya mereka langsung diangkat jadi guru tetap seperti K-1, yang bertatus PNS dan punya NIP segala. Sayang keuangan negara belum mencukupi untuk mengangkat seluruh guru honorer, sehingga harus diseleksi ketat melalui ujian. Kalau lulus, bisa diangkat. Jika tidak ya tetap jadi guru Honda (honor daerah).

Ny. Sakeh dari Kelurahan Subagan, Karangasem, agaknya jadi jenuh dalam status seperti itu.

Sepertinya jadi guru jadi tanpa harapan. Ikut berjasa mencerdaskan anak bangsa, tapi statusnya belum diakui negara. Untuk mengusir kejenuhan sebagai pendidik itu barangkali, dia sibuk beraktivitas di dunia lain. Maksudnya, bukan berburu makhluk halus, tapi cari peluang di jalur lain. Siapa tahu nasibnya lebih baik, ketimbang jadi guru yang dinina-bobukkan pemerintah sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Aktivitasnya di luar jalur pendidikan tersebut kemudian menjadikan Ny. Sakeh berkenalan dengan Wayan, warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Entah kena pengaruh apa, mendadak dia ser-serrran ketemu lelaki yang bukan lagi muda itu. Ternyata di pihak seberang, jua punya perasaan yang sama. Nah, karena sudah sama dalam visi dan misi, keduanya pun membentuk satu paket untuk pacaran sebagaimana layaknya anak muda.

Disebut “sebagaimana layaknya”, karena sebetulnya mereka tidak layak untuk pacaran lagi. Masalahnya jelas, baik Sakeh maupun Wayan sudah punya keluarga masing-masing. Itu artinya, jika masih membagi-bagi cintanya pada pihak lain, apa cinta itu dianggap seperti kursi pimpinan di DPR dan MPR yang bisa dibagi-bagi sesuai selera Koalisi Merah Putih, apa?

Tapi begitulah, jika setan sudah bersimaharajalela dalam jiwa, yang batal dianggap halal. Dan akhirnya seperti Wayan – Sakeh tersebut, karena sudah kadung berkoalisi ya harus dilanjutkan dengan eksekusi. Walhasil, di kala suami Sakeh sibuk bekerja mengelola biri perjalanan, dia sendiri malah jalan-jalan bersama PIL-nya untuk memuaskan dahaga selera asmara.

Tapi Ny. Sakeh ini tergolong wanita paling berani di Kabupaten Karangasem. Asem tenan, memang. Soalnya dia memberi kesempatan Wayan untuk menemui juga di kantor suaminya, mana kala Sakeh kebetulan di sana. Apa itu nggak gila namanya? Ini kan sama saja ular menghampiri pentungan, koruptor nyambangi KPK.

Dan yang terjadi beberapa hari lalu seperti itu. Pas suami tak di kantor, dia mengizinkan Wayan menemui di ruang kerja suami. Celakanya, kala itu sang PIL sudah ngebet banget. Maka melihat situasi kantor sepi, di ruang kerja itu pula Ny. Sakeh benar-benar “dikerjai” Wayan. Meja sampai berderak-derak dibuatnya.

Apes bagi keduanya. Di kala sedang “ketanggungan” sedemikian rupa, anak sulung Sakeh masuk ke ruang tersebut. Dengan sendirinya langsung melihat apa yang diperbuat ibunya dengan lelaki yang bukan bapaknya. Kontan saja si anak telepon sang ayah. Sudah barang tentu suami tidak terima, sehingga Wayan dan Sakeh dilaporkan ke Polres Karangasem. “Aku kan suaminya, kenapa dia mengobral cinta sembarangan?” kata suami Sakeh di depan polisi.

Bicara soal “barang”, tanyakan saja pada Sutan Batugana. (Gunarso TS)

  • Rengga Irawan

    ”””””””””””???????????