Wednesday, 11 December 2019

Jokowi Hemat Anggaran, Banyak PNS Dirumahkan

Kamis, 30 Oktober 2014 — 6:24 WIB
Ucha-30Okt

PRESIDEN Jokowi sudah mengingatkan Menpan & RB Yuddi Chrisnandi, tidak ada penerimaan PNS baru selama 5 tahun ke depan. Penggabungan sejumlah kementrian pada Kabinet Kerja, salah satunya juga demi menghemat anggaran. Resikonya, banyak PNS yang terancam di rumahkan. Sebab bila diselipkan ke sana  kemari tak cocok juga, ke mana lagi jika tak dipensiunkan secara dini?

Ketika SBY meninggalkan pemerintahannya, APBN 2015 yang diwariskan belum mengantisipasi program kerja presiden penggantinya. Ditambah pemasukan negara yang menurun dari sektor pajak, mau tak mau Jokowi-JK harus mempeketat anggaran. Bayangkan, APBN 2015 diproyeksikan Rp2.039,5 triliun, sedang untuk mewujudkan Indoenesia Hebat Jokowi-JK butuh dana lebih dari itu.

Benar bahwa Jokowi bisa menyesuaikan anggaran itu lewat APBN perubahan. Tapi jika 70 % APBN mengandalkan dari pajak, sedangkan penerimaan pajak 2013 dan 2014 tak sesuai target, membengkakkan APBN kan sama saja besar pasak daripada tiang. Karena jalan paling aman antara lain juga lewat penggabungan kementrian, yang selama ini disinyalir banyak terjadi pemborosan anggaran.

Bayangkan dari APBN 2015 yang Rp2.039,5 triliun tersebut, Rp 246,5 triliun habis hanya untuk menggaji PNS. Maka sebetulnya, dengan jumlah PNS 4,46 juta orang, sebetulnya masih kebanyakan. Karena itulah dengan penggabungan sejumlah kementrian, jumlah PNS bisa dipangkas lagi. Maksudnya, dari mereka yang masih bisa diselipkan di sana-sini, bisa dipakai lagi. Tapi bagi mereka yang hanya “menuh-menuhi tempat”, bukankah pensiun dini menjadi cara yang terbaik?

Hanya saja, menggabungkan sejumlah kementrian juga tidak sedikit resikonya. Jokowi-JK yang punya slogan “kerja dan kerja”, terpaksa harus kerja lambat, karena reorganisasi dari penggabungan dan pembukaan kementrian baru itu membutuhkan waktu 6 bulan.

Nah sekarang siap-siap saja, dari penggabungan kementrian itu, mesti bakal banyak pejabat yang kehilangan posisi. Yang kemarin Dirjen, bisa saja besuk sudah bukan lagi. Yang kemarin Kepala Biro, bisa saja besok harus alih profesi buka biro iklan – gunarso ts

 

  • suwiryo

    ini merupakan hadiah bagi para pemilih jokowi-jk

    • aldrin yoku

      jokowi jk adalah utusan Allah utk melayani rakyat..tdk selamanya pemimpin yg amanah akan membuat keputusan yg menyenangkan semua pihak..

  • Joko Tingkir

    Bagus tidak sedikit PNS kerjanya cuma nongkrong mempersulit dlm pengabdian utk rakyat alias mau ”pungli” itu di ”rumahkan’ saja biar tau rasa.

  • Hendri Nafia

    dipensiunkan toh negara jg tetap bayar uang pensiun,dari pada kasih gaji buat org yg ga kerja,mending PNS tetiap dipekerjakan saja,pemerintah jgn main di yg enak saja tapi “membunuh rakyat”,seharus sektor pajak yg harus ditingkatkan,kejar tuh para pengemplang pajak,cari dimana kebocoran anggaran,jgn sedikit2 rakyat yg dikorbankan,apalagi ada rencana naikin BBM,padahal harga BBM dunia lg turun.

  • aldrin yoku

    sangat setuju,…percuma digaji namun tdk bekerja melayani rakyat..lebih baik diberhentikan dan uangnya dipakai membiayai fakir miskin dan anak anak yatim piatu.