Monday, 18 November 2019

PNS Dilarang Rapat di Hotel

Bisnis Perhotelan Terancam Bangkrut

Rabu, 12 November 2014 — 8:20 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Larangan PNS menggelar rapat dinas di hotel dianggap bisa menurunkan omset perhotelan, dan karyawan terancam kehilangan pekerjaan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan keberatan dan meminta kebijakan itu ditinjau ulang. “Kebijakan larangan PNS rapat di hotel tentu saja sangat bertentangan dengan tujuan pelayanan sebagai tugas utama hotel kepada publik, termasuk pegawai negeri sipil,”  Ketua Umum PHRI, Wiryanti Sukamdani di Jakarta Selasa (11/11).

Menurutnya, bisnis perhotelan bisa terpuruk dan ribuan karyawannya bisa saja kehilangan pekerjaan. Wiryanti meminta pemerintah melakukan evaluasi agar sektor perhotelan di Tanah Air tidak menjadi lesu.

Kontribusi pajak sektor hotel dan restoran rata-rata Rp50 triliun per tahun, bahkan di beberapa daerah memberikan PAD yang sangat besar, seperti di Bali dan DKI Jakarta. “Oleh karena itu, kebijakan pemerintah tersebut sangat berpengaruh terhadap okupansi hotel, investasi perhotelan, dan merugikan ribuan karyawan hotel,” katanya.

PRINSIPNYA MENDUKUNG

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan surat edaran tentang larangan para pegawai negeri sipil (PNS) dari pusat sampai daerah menggelar rapat atau kegiatan kedinasan di hotel-hotel.

Pada prinsipnya, lanjut Wiryanti, PHRI mendukung upaya pemerintah melakukan efisiensi dalam upaya menaikkan pendapatan negara.

Wakil Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menambahkan, anggapan rapat dan kegiatan kedinasan di hotel sebagai pemborosan tidak sepenuhnya benar.  ia menilai, banyak gedung pemerintah belum memiliki fasilitas memadai untuk pertemuan dengan skala tertentu. Sehingga tetap memerlukan hotel untuk mengakomodasi peserta. (lina)

  • suwiryo

    salam gigit jari

  • garda

    BAGUS, percuma dibangun tempat diklat disetiap daerah tapi tidak dipergunakan maunya dihotel habiskan uang negara saja, booking hotel 3 hari untuk rapat/pelatihan yg dipakai cuma sehari selebihnya jalan jalan/bersenang senang kalau begini bangkrut negara, ko selama ini didiamkan saja…