Tuesday, 22 October 2019

Ahmadi Noor : Golkar Tetap Selenggarakan Munas di Bali

Selasa, 25 November 2014 — 22:41 WIB

JAKARTA  (Pos Kota) – Ketua Panitia Pelaksana Munas Golkar Bali, Ahmadi Noor Supit mengatakan Partai Golongan Karya (Golkar) tidak akan terpecah atau menjadi dua. Sebab katanya, sampai saat ini Golkar mulai dari tingkat DPP dan DPD masiih solid.

Terkait adanya bentrok dua kelompok massa Partai Golkar yakni Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/11) petang, Ahmdi mengatakan akan menindak tegas pelaku dan aktor di belakang penyerbuan tersebut.

“Terjadinya kerusuhan di Kantor DPP Golkar Jl Nelly Anggrek, itu dibuat oleh bukan intern orang Golkar, melainkan orang luar. Kami sudah laporkan ke pihak untuk mengusut pengacau intern Golkar yang sedang mengadakan Rapat Pleno untuk mengumumkan agenda Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang diadakan pada 30 Nopember sampai 4 Desember 2014 di Bali.

Agenda itu tidak berubah karena keputusan Rapimnas,” katanya di ruang Fraksi Golkar, di komplek Parlemen, Jakarta,  Selasa (25/11).

Ahmadi Noor Supit yang didampingi Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin dan Sekretaris Fraksi Bambang Susatyo,  menyatakan. Partai berlambang beringin itu  tidak akan pecah seperti layaknya partai lainnya, sebaliknya kader Golkar selalu  membentuk partai baru.

“DPD Golkar tidak satu pun yang tergiur ikut angin pihak luar mengusulkan Golkar tandingan, karena mereka loyal dengan pusat. Kecuali ada beberapa pengurus DPD yang terikut untuk membentuk Golkar tandingan,”  katanya.

MUNAS TETAP DI BALI

Ahmadi Nur Supit menegaskan  bentrok dan kericiuah di DPP Golkar yang terjadi tidak mempengaruhi terhadap rencana Munas Golkar yang akan digelar pada 30 November – 4 Desember 2014 mendatang di Nusa Dua Bali.

“Munas Golkar itu merupakan keputusan Rapimnas Golkar sebagai struktur organisasi tertinggi setelah Munas Golkar. Apalagi panitia pelaksana dan ketua steering comitee (SC) Munas Golkar sudah terbentuk, persiapan sudah matang, dan Ketua DPD I dan DPD II Golkar seluruh Indonesia sudah siap hadir,” tegasnya.

Sementara itu kalau pleno yang digelar di DPP Golkar tetap memutuskan sekaligus menguatkan rencana Rapimnas Golkar yang akan digelar pada 30 November tersebut. “Jadi, rapat pleno di DPP Golkar yang dipimpin oleh Theo Sambuaga itu hanya sebagai pemberitahuan, dan semua pengurus Golkar tidak bisa menganulir keputusan Rapimnas Golkar,” kata Supit.

DPP Golkar mensinyalir, bentrok itu sengaja dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menginginkan Golkar berada atau mendukung pemerintahan sekarang atau yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Di mana semua calon ketum Golkar di luar Aburizal Bakrie (ARB) mutlak akan membawa Golkar untuk gabung KIH. Padahal, Golkar di KMP itu sudah final,” katanya.

DPP Golkar sudah memberitahukan kepada Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman dengan akan digelarnya Munas Golkar tersebut, dan sudah direspon positif oleh Kapolda Bali, dan Kapolda sudah memberikan ijin untuk pelaksanaan Munas Golkar tersebut. (rizal/d)

Teks gbr: Ahmadi Noor Supit. (Tengah) didampingi Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin dan Sekretaris Fraksi Bambang Susatyo (rizal)