Saturday, 19 October 2019

Hebat Nggak ?

Selasa, 2 Desember 2014 — 7:56 WIB

“Wah hebat juga Sarwo Handayani yag disebut-sebut bakal jadi Wagub DKI,” kataku.

“Apanya yang hebat,” kata Lukman sambil menarik kursi di dekat Soleh.

“Janjinya jika dipilih Ahok, dia akan fokus atasi banjir dan macet, kan hebat itu,” kataku.

“Apa iya. Jangan-jangan kayak yang lain. Janjinya waktu kampanye macam-macam, begitu jadi, ya sudah kayak lupa saja,” kata Soleh.

“Kita percaya sajalah, nggak usah minta digantung atau potong tangan kalau gagal,” kataku.

“Ya juga. Tapi mengingat pengalamannya, boleh juga,” kata Lukman.

“Kupikir yang hebat itu Ahok juga,” kata Soleh.

“Betul juga. Gubernur yang dilantik Presiden, baru Ahok. Boleh pilih Wagub siapa yang disenangi, juga baru Ahok,” kata Lukman.

“Itu nasib, karena undang-undangnya begitu,” kataku.

“Tapi kan jadi catatan sejarah,” kata Lukman.

“Bagiku yang penting bisa nggak Ahok bikin warga lebih nyaman, aman dan tenang,” kataku.

“Sebagai pelayan ibukota, memang betul tugasnya. Tapi semua pihak juga ikut membantu, termasuk warga, jangan diam saja,” kata Soleh.

“Termasuk preman, garong, pengemis dan pelacur,” kataku.

“Ah, kenapa pula kau bawa-bawa mereka. Mereka kan yang harus dibasmi,” kata Lukman.

“Yalah. Coba kalau preman ikut bantu amankan Jakarta kan enak. Garong, pengemis dan pelacur berhenti dari kerjaan, kan bagus, jadi aman,” kataku.

“Ya hebat juga. Kan mereka warga juga ya,” kata Lukman.

“Apalagi kalau pejabatnya nggak ngomong macam-macam,” kataku.

“Ngomong apa,” kata Soleh.

“Ya, warga Kampung Pulo kan bingung, pejabat DKI bilang kepindahan mereka urusan PU, PU bilang urusan DKI. Karena bingung mereka jadi bertahan saja biar pun kebanjiran,” kataku.

“Ahok perlu bereskan soal ini, termasuk pembebasan lahan misalnya untuk sodetan Ciliwung yang setahun ini belum beres-beres juga. Belum lagi yang lain, kayak jalan layang di Pegangsaan Dua Kelapa Gading, dekat kita ini, tiangnya sudah, jalannya belum, karena belum tembus,” kata Lukman.

“Wah, Ahok banyak juga kerjaannya. Apa dia nggak pusing,” kata Soleh.

“Kalau nggak mau pusing, jangan jadi Gubernur DKI, jadi warga saja,” kataku.

“Jadi warga juga pusing, ada saja urusannya,” kata Lukman.

“Gampang kalau nggak mau pusing, gosok saja kepala pakai balsem,” kata Soleh tertawa.

“Apalagi kalau habis itu, buang air  lupa cuci tangan,” kataku. (lubis1209@gmail.com)