Wednesday, 20 November 2019

Dirujuk RSUD Koja

Lahir Tidak Normal, Bayi Ditolak Rumah Sakit

Selasa, 2 Desember 2014 — 0:27 WIB
Kamsirah menggendong cucunya di Puskesmas Koja

Kamsirah menggendong cucunya di Puskesmas Koja

KOJA (Pos Kota) – Nasib Muhammad Firdaus sangat menyedihkan. Bayi ini lahir Minggu (30/11) dengan kondisi tubuh tidak normal atau dalam istilah medis dikenal sebagai kongenital multiple.  Jari tangan kanannya hanya ada tiga dan kaki kirinya tanpa jari. Bagian kepalanya juga tidak terbentuk sempurna.

Putra pasangan Ahmad Daud, 32 dan Nurahmah, 25, warga RT 03/19, Kelurahan Tugu Utara, ini dirujuk dari Puskesmas Kecamatan Koja, Jakarta Utara ke RSUD Koja. Kemudian dirujuk lagi ke RS Cipto Mangunkusumo. Sayangnya, ditolak. Sehingga balik lagi dirawat di Puskesmas Koja.

Kamsirah, 56, yang ditemui di Puskesmas Kecamatan Koja, Senin (1/12), menuturkan keprihatinannya. “Cucu saya berat badannya hanya 2,3 kilogram.  Kulit di bagian kepala, mulai ubun-ubun hingga kepala bagian belakang tidak terbentuk dengan sempurna.”

Di RSCM, kata Kamsirah, cucunya ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan belum terdaftar di BPJS. “Kalau kami memaksa dirawat, harus  membayar uang jaminan Rp3 juta. Karena tidak ada uang untuk bayar kami membawanya pulang ke Puskesmas lagi,” ujarnya.

PERIKSA JANTUNG

Kepala Puskesmas Kecamatan Koja, dr. Lysbeth Pandjaitan, membenarkan pasien tersebut sempat dibawa ke RSCM, namun tidak mengetahui alasan pengembalian bayi itu. “Silakan tanya langsung ke RSCM. Yang pasti, kami akan berusaha menangani pasien ini semampu kami.”

Lysbeth mengatakan kondisi bayi tersebut sudah stabil dan saat ini menjalani perawatan di ruangan Saraswati II. Sang bayi perlu pemeriksaan di bagian jantung dan bagian pencernaan dengan alat yang memadai.

Pihaknya sudah berkordinasi dengan RSUD Koja apabila nanti terjadi penurunan kondisi. Begitu juga dengan pihak RSCM, untuk layanan Poli bisa di sana sambil orangtua bayi mengurus BPJS. “Mudah-mudahan tak lama lagi kartu BPJS-nya selesai sehingga nanti kalau orangtuanya hendak berobat akan mudah,” jelasnya. (wandi)

  • Arya

    sudah berkali-kali dengar berita rumah sakit menolak anak kecil bahkan sampai meninggal…Semua Rumah sakit di Indonesia para dokternya bukan manusia…… anak bayi mau berobat tapi DITOLAK….. mana…….. rasaa kepedulian dan kemanusiaan mu hai para dokter… apa anda tidak merasakan kalau anak anda sakit lalu DITOLAK……… Kalian para dokter tidak mempunyai naluri…. hati kalian itu BATU.. Batu itu pantasnya utk bahan bakar api NERAKA…. (mudah2an para dokter baca komentar saya)