Monday, 21 October 2019

Polisi Selidiki Peran Warga Lokal

Usai Diperiksa, Pelacur Asal Maroko Dideportasi

Kamis, 4 Desember 2014 — 14:23 WIB
Pelacur Asal Maroko sedang diperiksa.(yopi)

Pelacur Asal Maroko sedang diperiksa.(yopi)

BOGOR (Pos Kota) – Kepolisian Polres Bogor akan melakukan penyelidikan terkait indikasi ada peran warga lokal atas keberadaan 19 pelacur asal Maroko yang ditangkap di Puncak Bogor Rau (3/12) malam.

Sementara dari penyidik kantor Imigrasi Bogor, belasan wanita asing ditampung oleh seorang pemilik vila yang berkedok travel.

Dari tempat yang disebut safety boks ini, para wanita penjaja seks ini lalu disalurkan ke konsumen warga asing yang bermukim di Puncak. “Mereka dipasok dari Jakarta. Ada yang baru 2 hari di Puncak. Ada yang sudah satu minggu, ada juga yang sudah satu bulan. Mereka ditampung di travel,”kata petugas Imigrasi

Namun pernyataan ini dibantah oleh satu pria tanpa identitas jelas. Ia mengatakan, travel itu hanya sebatas penitipan paspor.

Sementara Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto Utomo saat dikonfirmasi terkait ada peran warga lokal dalam perdagangan wanita Maroko menjadii PSK di Puncak, mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan kantor Imigrasi.

“Tindak lanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Bogor untuk melakukan pengawasan dan pengendalian imigran yang berada di kawasan Cisarua, Bogor Jawa Barat,”kata AKBP Sonny Kamis (4/12) siang.

Penangkapan belasan perempuan warga Maroko yang diduga pekerja seks komersial di Desa Tugu, Cisarua Bogor, kini masih menjalani pemeriksaan di kantor Imigrasi Bogor.

Mereka akan dideportasi kembali ke negaranya usai pemeriksaan yang memakai penerjemah ini.

“Kepolisian merespon dengan melakukan back up untuk mengetahui keterlibatan pihak lain sebagai perantara penyedia perempuan di puncak. Koordinasi sudah kami lakukan dengan Imigrasi pasca penangkapan,”papar Sonny.

Menurutnya, keterlibatan warga lokal sebagai penyedia tempat atau perantara kegiatan prostitusi, sudah berjalan sejak koordinasi di jalin.

“Jika terbukti ada warga lokal sebagai penyedia tempat atau ikut memasarkan PSK asal Maroko,maka bisa diancam pidana,”tandasnya.

Kepala Imigrasi Bogor, Herman Lukman kepada wartawan mengatakan, 19 wanita asing yang diamankan, berprofesi sebagai pekerja seks komersial dengan tarif Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta untuk sekali kencan.
(yopi/sir)