Monday, 14 October 2019

Diangkut Dua Minibus

Dikawal Polisi Militer, Jablai Asal Maroko Dideportasi

Jumat, 5 Desember 2014 — 13:02 WIB
Pelacur Asal Maroko sedang diperiksa.(yopi)

Pelacur Asal Maroko sedang diperiksa.(yopi)

BOGOR (Pos Kota) – Delapan belas jablai asal Maroko alias Magribi dideportasi Imigrasi Bogor, Jumat (5/12). Para wanita Magribi ini dibawa ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi di Kuningan Jakarta Selatan.

Deportase wanita penjual jasa seks asal Maroko ini menggunakan dua minibus milik Kantor Imigrasi Bogor. Iring-iringan PSK asing ini dikawal petugas Imigrasi dan anggota Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad).

Kepala Kantor Imigrasi Klas 2A Bogor, Herman Lukman,  mengatakan dari Imigrasi Bogor mendeportase 18 PSK. sementara dua lagi, sudah berada di Direktorat Imigrasi Jakarta.

“Dua PSK Maroko yang di Jakarta ditangkap pada Selasa (2/12) malam. Menyusul 17 kami tangkap Rabu (3/12) malam. Pada Kamis (4/12) satu PSK menyerahkan diri. Jadi total ada 20 nanti yang dideportase. Mereka dilarang masuk Indonesia untuk tiga tahun kedepan,”katanya.

Ke- 20 PSK ini terjaring petugas Imigrasi Bogor di kawasan Puncak, Tugu Selatan, Kabupaten Bogor.

Diberitakan sebelumnya, pekerja seks komersial (PSK) asing asal Maroko yang mampu berkomunikasi dalam beberapa bahasa terjaring razia yang dilakukan petugas Imigrasi Bogor di kawasan Puncak, Jawa Barat.

Belasan PSK asing itu diamankan dari beberapa vila di daerah Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Saat akan dibawa ke mobil petugas, beberapa PSK sempat menolak bahkan mengamuk saat wajahnya disorot kamera.

Herman Lukman menambahkan, keberadaan Magribi di Puncak sangat terorganisir. PSK Maroko yang tertangkap, sudah bolak balik ke Indonesia.

“Ada yang sudah bisa bahasa Indonesia bahkan Bahasa Sunda. Ada yang bisa bahasa Prancis dan Italy,” katanya.

Saat hendak naik mobil, kondisi mental para PSK asing ini lebih tenang, jika dibandingkan saat penangkapan.

(yopi/sir)