Saturday, 14 December 2019

Ngaku Suami-Istri Lalu Kredit Motor

Ini Dia Modus Baru Penipu Leasing

Jumat, 5 Desember 2014 — 17:30 WIB
Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

TANGERANG(Pos Kota)- Tersangka  MAJ,26, dan pasangan  wanitanya  berinisial NW,18, ditangkap petugas Polsek Serpong, Kota Tangsel, karena memalsukan identitas mengajukan kredit motor, Jumat (5/12). Keduanya nekat memalsukan identitas dengan berpura-pura menjadi suami istri . Setelah motor diserahkan pihak leasing, pelaku  lalu  menjualnya

Menurut Kapolsek Serpong, Kompol Arman,  pasangan yang bertemu di tempat hiburan  di Kecamatan Setu, Kota Tangsel itu bukan  suami istri. “Mereka memalsukan identitas agar bisa kredit motor ,” katanya.

Penipuan tersebut kerap dilakukan keduanya . Dalam kejahatan tersebut, petugas  mengamankan tersangka wanita lain, yakni DA. “Setelah membayar uang muka  dan uang setoran bulan pertama, keduanya  menjual motor tersebut. Pelaku membuat identitas palsu dengan nama yang berbeda-beda, tetapi dengan foto yang sama,” terangnya.‪

Setelah petugas mendapat laporan dari leasing,  polisi kemudian melakukan penyelidikan. “Uniknya lagi, keduanya membuat laporan kehilangan. Setelah surat hilang keluar, mereka menyerahkan ke leasing dengan harapan mendapat motor baru atau angsuran mereka dihentikan,” tuturnya.‪‪‪

Bukti tersebut didapati petugas di kontrakan pelaku,  Jalan Ciater, BSD Blok QH/10 Nusa Loka, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangsel.

Wanita berinisial DA yang turut membantu pemalsu identitas kedua pelaku juga ditangkap. “DA kami amankan karena membantu pembuatan identitas palsu dan kedapatan menggunakan sabu,” katanya.

‪Dari ketiga pelaku, petugas  mengamankan sejumlah barang bukti berupa lima lembar KTP palsu, lima embar Kartu Keluarga palsu, satu lembar surat keterangan domisili palsu, stempel kelurahan serta empat unit sepeda motor.

Pelaku mengaku sudah delapan kali melakukan penipuan dengan modus seperti itu. Namun, empat unit motor lainnya sudah mereka jual sebelum ditangkap petugas.‬

Tersangka menjual motor tersebut dengan harga Rp 3 juta – Rp 4 juta dan uang hasil penjualan dihabiskan untuk berfoya-foya.  Petugas masih memburu dua orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus ini.‬

Kanit Reskrim Polsek  Serpong AKP Toto Daniyanto mengatakan, ‎kedua pelaku yang DPO tersebut adalah Andi ,40, yang merupakan pembuat KTP dan Teguh ,40, sebagai penadah sepeda motor hasil curian. “Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 266 dan 263 KUHP terkait pemalsuan surat-surat dengan ancaman minimal lima tahun penjara,”terangnya. (Maryoto)