Thursday, 05 December 2019

Munas Golkar Tandingan Direstui Jusuf Kalla

Minggu, 7 Desember 2014 — 10:22 WIB
Ketua penyelenggara Munas IX Partai Golkar ,Yoris Raweyai, berbincang dengan calon ketua umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso di sela-sela  arena, kawasan Ancol, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12).

Ketua penyelenggara Munas IX Partai Golkar ,Yoris Raweyai, berbincang dengan calon ketua umum Partai Golkar Priyo Budi Santoso di sela-sela arena, kawasan Ancol, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12).

JAKARTA (Pos Kota) – Munas Partai Golkar di Ancol hingga kini masih berlangsung. Ratusan peserta dari seluruh Indonesia hadir dalam acara yang digelar Presidium Penyelamat Partai Golkar sejak 6 Desember – 8 Desember.

Salah seorang calon ketua umum Partai Golkar, Priyo Budi Santoso Priyo menyatakan rasa optimistis Munas Golkar Ancol akan didukung pemerintah pusat.

“Sudah ada tanda-tanda dukungan dari pemerintah. Salah satunya, dukungan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla,” katanya kepada wartawan di di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.

Menurut Priyo, beberapa hari lalu, delapan calon ketua umum melakukan audiensi dengan Jusuf Kalla di Semarang. “Di situ, beliau memberikan restu dan dukungan,” ujarnya. Priyo menambahkan, JK mendorong munas tandingan segera dilakukan mumpung kepengurusan hasil munas di Bali masih status quo.

Munas tandingan ini digelar karena sebagian kader Golkar menolak penyelenggaraan Munas di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu. Munas itu memenangkan Aburizal Bakrie alias Ical sebagai ketua umum Golkar periode berikutnya.

Munas tandingan diciptakan oleh calon ketua umum saingan Ical seperti Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, Agus Gumiwang, dan Yorrys Raweyai. Mereka kemudian membentuk Presidium Penyelamat Partai Golkar dan menduduki kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Pusat.

Di sisi lain, Munas Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie memecat para kader yang terlibat dalam Presidium Penyelamat Partai Golkar. Akibatnya, kedaaan ini makin memperuncing perselisihan antara dua kubu yang bertikai. (tiyo)