Thursday, 12 December 2019

Tak Mau Osteoporosis? Ayo Olah Raga!

Minggu, 7 Desember 2014 — 16:36 WIB
Keterangan pers usai pencanangan gerakan 'Waktunya Bergerak' sebagai rangkaian puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2014. (inung)

Keterangan pers usai pencanangan gerakan 'Waktunya Bergerak' sebagai rangkaian puncak Peringatan Hari Osteoporosis Nasional 2014. (inung)

JAKARTA (Pos Kota)- Gaya hidup yang tak sehat seperti merokok, suka nongkrong, dan jarang berolahraga membuat anak-anak muda diperkotaan lebih rentan gangguan keropos tulang alias osteoporosis. Padahal keropos tulang sesungguhnya adalah gangguan kesehatan yang terjadi pada orang-orang lansia akibat proses penuaan itu sendiri.

Ketua Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Anita Hutagalung mengatakan gaya hidup tidak sehat tersebut kini diperparah dengan situasi dimana anak muda lebih asyik didepan internet. “Mereka menghabiskan waktu lebih banyak didepan komputer atau bermain gadget,” papar Anita disela puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional ke-12 bertema Waktunya Bergerak Sekarang yang digelar disilang Monas, Minggu (7/12). Pencanangan dilakukan oleh Ny Mufida Yusuf Kalla didampingi Menkes Nila Djuwita Moeloek.

Hasil riset consumer polling Fontera tahun 2013 menyebutkan fakta bahwa masyarakat Indonesia khususnya perkotaan memiliki gaya hidup tidak aktif (duduk terus menerus) rata-rata 7 jam per hari dan 5 jam per hari pada akhir pekan. Kondisi yang tidak sehat tersebut diperparah lagi dengan kebiasaan merokok dikalangan anak muda.

“Sambil nongkrong, mereka merokok. Dan kita tahu rokok bukanlah produk yang sehat untuk dikonsumsi tubuh,” lanjut Anita.

Gaya hidup yang cenderung makin tidak sehat tersebut jika dibiarkan terus menurut Anita maka pada 2050 akan makin banyak anak-anak muda yang terkena osteoporosis. Saat ini kasus osteoporosis yang menimpa orang dibawah usia 40 tahun sudah mulai ditemukan.

Untuk mencegah osteoporosis, kata Anita, setiap orang perlu hidup teratur, gizi seimbang, jauhi alkohol, jangan merokok dan rutin berolahraga setiap hari. Jangan lupa perhatikan asupan kalsium baik yang bersumber pada makanan maupun susu tinggi kalsium.

Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang ditandai dengan penurunan massa tulang, yang mana tulang menjadi tipis, rapuh dan mudah patah. Gangguan kesehatan ini bisa menyebabkan patah tulang sheingga terjadi kelumpuhan fatal bahkan kematian.
Menkes Nila F Moeloek mengingatkan bahwa mencegah osteoporosis harus dilakukan sejak usia anak-anak. Sebab asupan kalsium yang cukup pada usia anak-anak merupakan upaya ampuh menunda bahkan mengindari osteoporosis.

Sayangnya masih banyak masyarakat yang mengabaikan osteoporosis. Mereka melakukan gaya hidup tak sehat dan tidak peduli dengan asupan gizi yang dikonsumsinya.

“Ke depan kita akan kampanyekan gaya hidup sehat untuk mencegah osteoporosis melalui Unit Kesehatan Sekolah atau UKS di sekolah-sekolah,” tandas Nila.

Puncak peringatan Hari Osteoporosis Nasional yang diresmikan Ny Mufida Yusuf Kalla tersebut diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pemeriksaan kepadatan tulang untuk 1 juta warga, dan gerak jalan yang melibatkan 15 ribu warga Jakarta. (inung)